Ada Andil Megawati saat Sri Mulyani jadi Direktur IMF 2002-2004

Senin, 19 September 2022 - 08:56 WIB
loading...
Ada Andil Megawati saat...
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Kemampuan Sri Mulyani di bidang keuangan, tak perlu diragukan lagi. Wanita yang telah menjabat menteri keuangan selama dua periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut, pernah dipervaya menjabat Direktur Eksekutif International Monetary Fund atau IMF pada 2002-2004.

Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Dampak Negatif Transisi Energi, Biaya Hidup Bisa Makin Mahal

Merujuk situs resmi worldbank.org, Sri Mulyani terpilih menjadi Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional atau IMF pada awal Oktober 2002. Mulai 1 November 2002, dia resmi menjabat direktur di lembaga keuangan global tersebut mewakili 12 negara di Asia Tenggara.



Mengutip perpusnas.go.id, kala itu Sri Mulyani Indrawati menggantikan Dono Iskandar Djojosubroto, salah satu pejabat eselon di Departemen Keuangan, dan Sri Mulyani menjadi perempuan pertama dari Indonesia menduduki posisi Direktur Eksekutif IMF.

Baca juga: Cekik Ibu yang Memohon-mohon Maaf, Polisi di Pinrang Jalani Hukuman

Masuknya Sri Mulyani ke IMF terjadi di penghujung pemerintahan Megawati Soekarnoputri yang menjabat Presiden sejak 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 2004. Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, juga mengakui bahwa kiprahnya di dunia internasional tak terlepas dari andil presiden ke-5 RI itu.

Menurut Ani, kala itu Megawati lah yang mendorong dirinya untuk terjun dan berkiprah di IMF. Hal itu dikemukakan Sri Mulyani saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk "Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju" di Jakarta, Minggu (22/12/2019).

Megawati pun turut hadir pada acara yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut. "Sebetulnya peranan saya di dunia internasional pertama kali itu karena Ibu Megawati, karena Ibu itu yang memberikan surat tugas saya menjadi Executive Director di IMF. Itu pertama kali karena Ibu Mega yang menugaskan kepada saya," ungkap Sri Mulyani, dikutip SINDOnews dari tayangan video di kanal YouTube, Senin (19/9/2022).

Baca juga: Rampogan Macan, Kisah Tradisi Gladiator di Tanah Jawa

"Di situlah saya mulai mengenal mengenai yang disebut institusi IMF dan World Bank, istilahnya mereka adalah The Bretton Woods Institutions," sambung perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962.

Sebagai Direktur Eksekutif IMF yang mewakili negara ASEAN, Sri Mulyani bertugas memperjuangkan aspirasi dan kebijakan yang dapat memengaruhi 12 negara di Asia Tenggara. "Saya mewakili Indonesia dan 11 negara lain. Tujuannya untuk memperjuangkan suara-suara dari anggota IMF terutama pada saat kita bicara tentang program, isu-isu dan kebijakan yang bisa memengaruhi negara," tutur peraih penghargaan Euromoney Finance Minister of the Year dari majalah Euromoney pada 2006.

Berlanjut di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dimulai pada 20 Oktober 2004 hingga 2014, Sri Mulyani selain ditunjuk menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas pada 2004 dan Menteri Keuangan pada 2005, dia juga sempat berkarir di Bank Dunia (World Bank).

Baca juga: Air Mata Jamintel Menitik saat Jemput Jenazah Putranya

Seperti diketahui, Sri Mulyani melepas jabatannya sebagai Menteri Keuangan masa pemerintahan SBY dan lantas bergabung dengan Bank Dunia. Peraih gelar Master dan Doktor bidang ekonomi di University of Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat, itu menduduki jabatan sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer (COO) Bank Dunia pada 2010-2016.

"Saya menjadi Managing Director World Bank adalah pada saat saya di bawah Presiden SBY. Jadi, tentu ini adalah suatu kesempatan sesudah saya mengemban tugas waktu itu secara publik, yaitu mulai dari Sekretaris Dewan Ekonomi Nasional waktu Ibu Mega menjadi Wapres, lalu menjadi Menteri Bappenas dan Menteri Keuangan," beber Ani yang pada 2008 dinobatkan sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia oleh majalah Forbes dan menjadi Menteri Keuangan terbaik di Asia.

Bendahara negara itu mengaku berkiprah di Bank Dunia dan IMF jauh lebih mudah, terutama dalam konteks kesetaraan gender. Pasalnya, kedua institusi internasional itu memang mengakomodasi kaum hawa untuk menduduki jabatan strategis. Ani bilang, mereka juga memperjuangkan kesetaraan gender.

"Jadi, mereka membutuhkan perempuan kayak saya sebagai face of the World Bank, sekaligus untuk menunjukkan bahwa perempuan itu bisa menduduki," tandas peraih Finance Minister of The Year 2019 dari majalah keuangan The Banker.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Dunia Siaga! Bank Dunia...
Dunia Siaga! Bank Dunia Peringatkan Guncangan Pasokan Energi Terparah dalam Sejarah Resmi Dimulai
Qodari Ungkap Makna...
Qodari Ungkap Makna Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila
Momen Prabowo Bincang...
Momen Prabowo Bincang dengan Megawati, Gibran, hingga JK saat Hari Lahir Pancasila
Jokowi Tak Hadir di...
Jokowi Tak Hadir di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ternyata Ini Alasannya
Rekomendasi
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved