Sri Mulyani Ungkap Dampak Negatif Transisi Energi, Biaya Hidup Bisa Makin Mahal
Rabu, 14 September 2022 - 14:56 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan dampak negatif transisi energi terhadap ekonomi. Secara jangka pendek akan meningkatkan harga sehingga berpengaruh terhadap biaya hidup yang semakin mahal.
"Transisi energi berisiko menimbulkan dampak negatif jangka pendek berupa kenaikan harga, dan juga transisi menuju ekonomi hijau tidaklah mudah karena juga akan berimplikasi terhadap sumber daya," ujar Sri Mulyani dalam acara HSBC Summit 2022 Powering the Transition To Net Zero secara virtual, Rabu (14/9/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani Minta Tambahan Anggaran Subsidi Energi Rp1,3 Triliun di 2023
Menurut dia risiko kenaikan biaya hidup kian menantang karena perekonomian dunia saat ini juga menghadapi tantangan inflasi yang sangat tinggi. Harga konsumen melonjak di banyak negara, bahkan di Indonesia sendiri inflasi telah melampaui batas atas target bank sentral 4%.
Efek negatif transisi energi yang menaikkan biaya hidup ini menjadi dilema di tengah ekonomi yang masih rapuh dan masih belum pulih dari pandemi Covid-19. Langkah ini menjadi pilihan politik yang sulit, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi bahkan negara-negara lain.
"Transisi energi berisiko menimbulkan dampak negatif jangka pendek berupa kenaikan harga, dan juga transisi menuju ekonomi hijau tidaklah mudah karena juga akan berimplikasi terhadap sumber daya," ujar Sri Mulyani dalam acara HSBC Summit 2022 Powering the Transition To Net Zero secara virtual, Rabu (14/9/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani Minta Tambahan Anggaran Subsidi Energi Rp1,3 Triliun di 2023
Menurut dia risiko kenaikan biaya hidup kian menantang karena perekonomian dunia saat ini juga menghadapi tantangan inflasi yang sangat tinggi. Harga konsumen melonjak di banyak negara, bahkan di Indonesia sendiri inflasi telah melampaui batas atas target bank sentral 4%.
Efek negatif transisi energi yang menaikkan biaya hidup ini menjadi dilema di tengah ekonomi yang masih rapuh dan masih belum pulih dari pandemi Covid-19. Langkah ini menjadi pilihan politik yang sulit, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi bahkan negara-negara lain.
Lihat Juga :