Mentan Beberkan Alasan Petani Pilih Tanam Jagung Dibanding Kedelai

Senin, 19 September 2022 - 16:32 WIB
loading...
Mentan Beberkan Alasan...
Tingkat produktivitas jadi alasan petani enggan menanam kedelai. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkap, rendahnya minat petani untuk menanam kedelai disebabkan oleh harga jual yang kurang menguntungkan jika dibandingkan dengan menanam komoditas lain seperti jagung.

Baca juga: Kedelai hingga Daging Masih Impor, Mentan SYL: Maafkan Saya, Harganya Lebih Murah!

Mentan menjelaskan sebetulnya kedelai dan jagung memiliki harga jual yang sama, akan tetapi tingkat produktivitas kedua komoditas tersebut sangat jauh berbeda. Per hektare jagung bisa menghasilkan 6-7 ton, sedangkan kedelai hanya mampu dihasilkan 1,5 hingga 2 ton.

Menanggulangi masalah tersebut, Mentan mengatakan ada sejumlah cara yang akan dilakukan pemerintah. Pertama dengan cara pengadaan bibit kedelai yang mempunyai produktivitas lebih tinggi, menetapkan harga beli terhadap kedelai terhadap petani, dan membuka lahan tanam kedelai.

"Menggunakan bibit impor kalau perlu, dan tentu mempersiapkan bibit-bibit nasional atau lokal dengan varietas tinggi," ujar Mentan usai Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Presiden, Senin (19/9/2022).

Mentan mengtakan dengan menggunakan varietas yang unggul maka Indonesia mampu mengejar produktivitas kedelai hingga 4 ton per hektarnya, sehingga impor bisa ditekan.

"Diharapkan kita bisa mendapatkan varietas yang mampu di atas 3 sampai 4 ton per hektare," sambungnya.

Mentan menambahkan, saat ini pemerintah juga tengah mempersiapkan lahan seluas 352 ribu hektare, dan baru ditanami seluas 67 ribu hektare.

Terkait penetapan harga beli kedelai dari petani, Mentan mejelaskan saat ini rencana tersebut juga sedang dibahas lebih lanjut bersama kementerian terkait dan Presiden.

"Kita berharap dalam satu minggu ini, biasanya Bapak Presiden setiap minggu mengecek masalah pertanian, kesediaan pangan. Satu minggu ini saya yakin Pak Menko sudah mengeluarkan kesepakatan untuk menetapkan harga pembelian minimal bagi kedelai," kata Mentan.

Minimnya produksi kedelai petani tersebut membuat pemerintah harus melakukan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasional setiap tahunnya, bahkan besar 90%. Dengan adanya penetapan harga beli minimal untuk kedelai diharapkan bisa meningkatkan produksi dalam negeri.

Baca juga: Breaking News, Komisi Etik Polri Tolak Banding Ferdy Sambo

"Pak Menko (Perekonomian) akan menetapkan harga beli sehingga ada kepastian harga dari kedelai. Tentu saja ini akan dirapatkan, dengan demikian petani betul-betul siap untuk menanam," lanjut Mentan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, Syngenta Bekali Petani Hortikultura dengan Buku Pintar
Prabowo-Trump Teken...
Prabowo-Trump Teken Kesepakatan, Ayam hingga Jagung AS Bakal Masuk RI
Mentan Amran Ungkap...
Mentan Amran Ungkap Potensi NTB Jadi Pusat Komoditas Bawang Putih dan Jagung Nasional
Regenerasi Petani, Kementan...
Regenerasi Petani, Kementan Ajak Anak Muda Masuk Pendidikan Vokasi Pertanian
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Rekomendasi
Suka Takut Minum Vitamin...
Suka Takut Minum Vitamin C Karena Bikin Lambung Perih? Ini Penjelasannya
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Berita Terkini
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved