Produk Investasi yang Menawarkan Cuan Menarik Sekaligus Minim Risiko

Senin, 19 September 2022 - 19:46 WIB
loading...
Produk Investasi yang...
Ada produk reksadana yang menawarkan imbal hasil menarik sekaligus minim risiko. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Saat ini kondisi ekonomi global masih sangat dinamis serta dibayangi risiko dan tantangan yang semakin kompleks, utamanya akibat ketegangan geopolitik imbas konflik Rusia-Ukraina, tingkat inflasi dunia yang melonjak tinggi, serta dampak pandemi yang belum juga usai. Semua itu menimbulkan kekhawatiran sebagian besar masyarakat yang ingin berinvestasi di produk investasi karena masyarakat yang ingin berinvestasi berupaya mencari investasi dengan tenor jangka pendek dengan volatilitas rendah serta menawarkan imbal hasil menarik semakin tinggi.

Baca juga: Gelar Bazar Emas, Pegadaian Dorong Minat Masyarakat Berinvestasi

Sebagai salah satu upaya menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan manajemen investasi terkemuka, PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW)--anak usaha dari Holding BUMN asuransi dan penjaminan (Indonesia Financial Group/IFG) bekerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meluncurkan produk investasi teranyar, yaitu Bahana Gebyar Dana Likuid (BGDL).

BGDL adalah reksa dana pasar uang yang dikembangkan dan disesuaikan dengan karakteristik nasabah wealth management BCA. Produk investasi bertenor satu tahun ini hadir untuk menjawab kebutuhan investasi jangka pendek, memiliki imbal hasil optimum dengan mempertimbangkan likuiditas aset.

Direktur Bahana TCW Danica Adhitama mengatakan, BGDL diproyeksikan sebagai jawaban akan kebutuhan investasi masyarakat. Konsep investasi yang dikembangkan Bahana TCW untuk produk ini adalah dengan lebih menekankan pada penilaian risiko kuantitatif dan kualitatif (risk screening) serta kualitas perusahaan atau emiten penerbit obligasi sebagai prioritas utama tanpa mengesampingkan unsur imbal hasil yang dapat dinikmati oleh investor.

“Sehingga strategi produk ini ditargetkan untuk memiliki alokasi aset 60% di obligasi, 38% di deposito dan 2% di instrument likuiditas. Produk ini memiliki volatilitas rendah, serta risiko penurunan nilai aktiva bersih (NAB) relatif lebih rendah dibanding reksa dana saham atau pendapatan tetap, karena produk ini mayoritas portofolionya dialokasikan pada obligasi korporasi dengan rating minimum AA,” terang Danica, Senin (19/9/2022).

Mengingat target aset alokasi produk ini mayoritas pada obligasi, maka ada beberapa syarat obligasi yang akan dipilih atau menjadi target investasi produk ini. Sejumlah syarat tersebut di antaranya, penerbit obligasi haruslah berstatus perusahaan terbuka, dengan rating obligasi AA atau investment grade. Selain itu, kapitalisasi pasar minimal Rp200 miliar dengan tenor tidak lebih dari satu tahun setiap seri obligasi.

Sementara syarat untuk penempatan di instrumen deposito adalah produk ini hanya akan berinvestasi di bank BUKU II, III dan IV dengan aspek kecukupan modal sesuai dengan ketentuan OJK, yaitu di atas 10%. Selain harus memiliki fundamental dengan laba yang positif, bank tersebut haruslah memiliki persentase penempatan deposito terhadap total DPK (dana pihak ketiga) tidak lebih dari 10% serta tingkat kredit macet (non performing loan/NPL) di bawah 5%.

Baca juga: Profil Ethan Nwaneri, Pemain Termuda Usia 15 Tahun yang Bermain di Liga Inggris

“Kondisi perekonomian global dan dunia investasi sangat dinamis sehingga menuntut kita untuk selalu beradaptasi dalam setiap keputusan investasi. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan produk dan layanan investasi yang sesuai dan memenuhi perkembangan kebutuhan investasi masyarakat. Tidak berhenti di nasabah BCA saja, ke depan kami akan terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap produk-produk investasi yang mengedepankan penilaian risiko namun tetap mampu memberikan imbal hasil yang optimal,” tutup Danica.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved