IATA Teken Perjanjian Jual Beli dengan 3 Pihak, Bukti Industri Batu Bara Salah Satu Bisnis Utama MNC
Selasa, 20 September 2022 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Perseroan akan memperoleh tambahan pendapatan sebesar USD108,42 juta dari ketiga kontrak ini dan akan terus mengantisipasi lebih banyak kontrak di masa depan, seiring dengan peningkatan produksi. Kontrak pembelian jangka panjang ini menunjukkan kepercayaan pembeli atas operasional tambang IATA.
Sebagai informasi, acara penandatanganan dilaksanakan pada Senin (19/9) bertepatan dengan konferensi Coaltrans Asia.
Setelah dua tahun hiatus imbas pandemi Covid-19, Coaltrans Asia, konferensi batu bara terbesar di Asia, kembali digelar secara offline di Bali International Convention Centre (BICC) at The Westin Resort Nusa Dua, Bali, 18 - 20 September 2022.
Hary Tanoesoedibjo yang turut hadir pada acara penandatanganan IATA dengan beberapa mitra mengatakan bahwa kehadirannya untuk menunjukkan keseriusan dan komitmen bahwa industri batu bara akan menjadi salah satu industri utama dari MNC Group.
“Prospek batu bara luar biasa karena mencapai harga paling tinggi. Produksi coal Indonesia termasuk tertiggi sehingga menjadi pemasukan tinggi untuk APBN. Tahun depan rencana produksi ditingkatkan, karena cadangan IATA sangat besar,” ungkapnya.
Sebagai informasi, acara penandatanganan dilaksanakan pada Senin (19/9) bertepatan dengan konferensi Coaltrans Asia.
Setelah dua tahun hiatus imbas pandemi Covid-19, Coaltrans Asia, konferensi batu bara terbesar di Asia, kembali digelar secara offline di Bali International Convention Centre (BICC) at The Westin Resort Nusa Dua, Bali, 18 - 20 September 2022.
Hary Tanoesoedibjo yang turut hadir pada acara penandatanganan IATA dengan beberapa mitra mengatakan bahwa kehadirannya untuk menunjukkan keseriusan dan komitmen bahwa industri batu bara akan menjadi salah satu industri utama dari MNC Group.
“Prospek batu bara luar biasa karena mencapai harga paling tinggi. Produksi coal Indonesia termasuk tertiggi sehingga menjadi pemasukan tinggi untuk APBN. Tahun depan rencana produksi ditingkatkan, karena cadangan IATA sangat besar,” ungkapnya.
Lihat Juga :