IATA Teken Perjanjian Jual Beli dengan 3 Pihak, Bukti Industri Batu Bara Salah Satu Bisnis Utama MNC
Selasa, 20 September 2022 - 11:37 WIB
loading...
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (dua kiri) pada acara penandatanganan IATA dengan beberapa mitra di Nusa Dua, Bali, Senin (19/9/2022). Foto/MNC Media
A
A
A
NUSA DUA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) melalui anak perusahaannya yang bergerak di bidang batu bara, PT Bhakti Coal Resources (BCR), telah menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan tiga pihak pembeli yaitu SAII Resources Pte Ltd, Visa Resources Pte Ltd, dan CPTL Pte Ltd.
“Penandatanganan perjanjian jual beli dengan tiga pihak,” ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Selasa (20/9/2022).
“PT MNC Energy Investments Tbk melalui anak perusahaannya yang bergerak di bidang batu bara PT Bhakti Coal Resources (BCR) berpartisipasi dalam Coaltrans Asia conference di Bali dan berhasil menjual dalam jumlah besar batu bara dalam event ini. Selamat untuk tim MNC Energy!” ucapnya.
Baca juga: IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Selain itu, CPTL Pte Ltd juga akan berinvestasi dalam pembangunan jalan angkut dan konveyor pelabuhan PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), salah satu anak perusahaan BCR, untuk mendorong efisiensi produksi dan transportasi, dengan perkiraan investasi senilai USD10 juta.
“Penandatanganan perjanjian jual beli dengan tiga pihak,” ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Selasa (20/9/2022).
“PT MNC Energy Investments Tbk melalui anak perusahaannya yang bergerak di bidang batu bara PT Bhakti Coal Resources (BCR) berpartisipasi dalam Coaltrans Asia conference di Bali dan berhasil menjual dalam jumlah besar batu bara dalam event ini. Selamat untuk tim MNC Energy!” ucapnya.
Baca juga: IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Selain itu, CPTL Pte Ltd juga akan berinvestasi dalam pembangunan jalan angkut dan konveyor pelabuhan PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), salah satu anak perusahaan BCR, untuk mendorong efisiensi produksi dan transportasi, dengan perkiraan investasi senilai USD10 juta.
Lihat Juga :