Erick Thohir: Mungkin Tidak Akan Ada Lagi BUMN di 2045
Jum'at, 03 Juli 2020 - 15:19 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan, bila Indonesia menjadi negara besar di 2045, maka bukan tidak mungkin bisa saja BUMN tidak ada lagi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan, bila Indonesia menjadi negara besar di 2045, maka bukan tidak mungkin bisa saja BUMN tidak ada lagi. Hal ini lantaran masyarakat sudah tidak membutuhkan perusahaan pelat merah yang memiliki tugas untuk memberikan subsidi.
"Saya gak tahu apakah 2045 ada BUMN lagi atau tidak. Mungkin saja gak ada, karena 2045 daya beli masyarakat sudah tinggi," ujar Menteri Erick di Jakarta.
Seperti diketahui Bank Dunia telah meningkatkan status Indonesia dari negara pendapatan menengah ke bawah (lower middle income) menjadi berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income). Bahkan pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi lima besar negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.
(Baca Juga: Ditemukan 53 Kasus Korupsi di BUMN, Erick Thohir: Kami Tidak Sempurna )
Sambung Erick menerangkan, saat ini sepertiga perusahaaa BUMN memang masih menjadi pengendali ekonomi di Indonesia. Adapun hal ini lain cerita apabila dibandingkan dengan beberapa kekuatan ekonomi besar global seperti Amerika Serikat dan Tiongkok yang sudah tidak mengenal perusahaan pelat merah.
"Saya gak tahu apakah 2045 ada BUMN lagi atau tidak. Mungkin saja gak ada, karena 2045 daya beli masyarakat sudah tinggi," ujar Menteri Erick di Jakarta.
Seperti diketahui Bank Dunia telah meningkatkan status Indonesia dari negara pendapatan menengah ke bawah (lower middle income) menjadi berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income). Bahkan pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi lima besar negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.
(Baca Juga: Ditemukan 53 Kasus Korupsi di BUMN, Erick Thohir: Kami Tidak Sempurna )
Sambung Erick menerangkan, saat ini sepertiga perusahaaa BUMN memang masih menjadi pengendali ekonomi di Indonesia. Adapun hal ini lain cerita apabila dibandingkan dengan beberapa kekuatan ekonomi besar global seperti Amerika Serikat dan Tiongkok yang sudah tidak mengenal perusahaan pelat merah.
Lihat Juga :