Mengintip Strategi Digitalisasi di Perusahaan Pengolah Air Laut jadi Air Bersih
Senin, 26 September 2022 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Menko Airlangga Sebut Digitalisasi Kunci Membuka Potensi Indonesia
Menurut dia, PT KTI saat ini masih fokus menyediakan air untuk sektor industri. Namun, pihaknya juga melakukan program CSR dengan menyalurkan air bersih kepada masyarakat melalui PDAM.
“Kami memberikan air gratis melalui PDAM yaitu 140 liter per detik. Kami juga menjual murah air ke PDAM sebanyak 100 liter per detik. Artinya, kami memberikan supply air ke PDAM hampir 250 liter per detik. Ini sudah dilakukan sejak 10-15 tahun lalu,” bebernya.
![Mengintip Strategi Digitalisasi di Perusahaan Pengolah Air Laut jadi Air Bersih]()
Alugoro juga menekankan keinginan PT KTI untuk menjadi green company dengan selalu memberikan perhatian lebih terhadap lingkungan.
Oleh karena itu, perusahaan yang berkantor di Cilegon, Banten, itu juga sudah meminta kepada petani yang berada di sepanjang daerah aliran sungai untuk tidak menebang pohon-pohon yang tinggi. Tak sekadar melarang, perseroan juga memberikan insentif pada petani.
“Kalau pohon-pohon tinggi di sekitar DAS ditebang maka air akan kotor dan semakin sulit untuk diolah sehingga perlu biaya lebih mahal lagi. Kami memberikan insentif kepada petani di sekitar DAS yang tidak menebang pohon yaitu Rp1,5 juta per hektare. Upaya kami ini membuahkan penghargaan Kalpataru pada 2013 lalu,” tuturnya.
Menurut dia, PT KTI saat ini masih fokus menyediakan air untuk sektor industri. Namun, pihaknya juga melakukan program CSR dengan menyalurkan air bersih kepada masyarakat melalui PDAM.
“Kami memberikan air gratis melalui PDAM yaitu 140 liter per detik. Kami juga menjual murah air ke PDAM sebanyak 100 liter per detik. Artinya, kami memberikan supply air ke PDAM hampir 250 liter per detik. Ini sudah dilakukan sejak 10-15 tahun lalu,” bebernya.

Alugoro juga menekankan keinginan PT KTI untuk menjadi green company dengan selalu memberikan perhatian lebih terhadap lingkungan.
Oleh karena itu, perusahaan yang berkantor di Cilegon, Banten, itu juga sudah meminta kepada petani yang berada di sepanjang daerah aliran sungai untuk tidak menebang pohon-pohon yang tinggi. Tak sekadar melarang, perseroan juga memberikan insentif pada petani.
“Kalau pohon-pohon tinggi di sekitar DAS ditebang maka air akan kotor dan semakin sulit untuk diolah sehingga perlu biaya lebih mahal lagi. Kami memberikan insentif kepada petani di sekitar DAS yang tidak menebang pohon yaitu Rp1,5 juta per hektare. Upaya kami ini membuahkan penghargaan Kalpataru pada 2013 lalu,” tuturnya.
Lihat Juga :