Mengintip Strategi Digitalisasi di Perusahaan Pengolah Air Laut jadi Air Bersih

Senin, 26 September 2022 - 19:19 WIB
loading...
Mengintip Strategi Digitalisasi di Perusahaan Pengolah Air Laut jadi Air Bersih
Ilustrasi peneliti mengambil sampel untuk menguji kualitas air. Arsip Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Air bersih merupakan salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat maupun industri . Teknologi pengolahan air pun terus berkembang seiring pesatnya digitalisasi.

PT Krakatau Tirta Industri (KTI), anak perusahaan PT Krakatau Steel, memiliki sejumlah visi dalam menjalankan bisnisnya. Salah satunya adalah menyediakan air khususnya untuk industri.

Seiring kemajuan teknologi, perseroan juga mulai melakukan digitalisasi. PT KTI pun bercita-cita menjadi perusahaan digital yang juga ramah lingkungan.

Direktur Utama PT Krakatau Tirta Industri Alugoro Mulyo Wahyudi mengatakan, teknologi yang diterapkan PT KTI selama ini adalah mengolah air laut menjadi air bersih. Selain itu, perseroan juga mengolah limbah air dari industri untuk bisa digunakan lagi.

Dia menjelaskan, teknologi untuk mengolah kembali limbah air industri sehingga bisa digunakan lagi menggunakan membran yang berasal dari Amerika Serikat (AS).

Oleh karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan bertandang ke Negeri Paman Sam untuk mempelajari teknologi membrane tersebut.

“Teknologi terus berevolusi dan juga sudah masuk proses digitalisasi. Kami ingin PT KTI ini menjadi perusahaan digital dan bukan Flinstone Company,” tukasnya dalam acara Podcast Sofa Panas yang digelar PT Krakatau Sarana Properti, dikutip Senin (26/9/2022).

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Digitalisasi Kunci Membuka Potensi Indonesia

Menurut dia, PT KTI saat ini masih fokus menyediakan air untuk sektor industri. Namun, pihaknya juga melakukan program CSR dengan menyalurkan air bersih kepada masyarakat melalui PDAM.

“Kami memberikan air gratis melalui PDAM yaitu 140 liter per detik. Kami juga menjual murah air ke PDAM sebanyak 100 liter per detik. Artinya, kami memberikan supply air ke PDAM hampir 250 liter per detik. Ini sudah dilakukan sejak 10-15 tahun lalu,” bebernya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1050 seconds (10.55#12.26)