PDB Maritim Ambles Rp19 Triliun, Menko Luhut: Dampak Covid-19!

Selasa, 27 September 2022 - 15:23 WIB
loading...
PDB Maritim Ambles Rp19...
Menko Luhut menduga pandemi menjadi penyebab turunnya PDB maritim di tahun 2020. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, nilai produk domestik bruto (PDB) maritim pada 2020 turun Rp19 triliun dibanding tahun 2019. Menurutnya, penurunan tersebut dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap pendapat PDB maritim Indonesia.

Baca juga: Ancaman Krisis Global Membayangi, Luhut: Mau Tidak Mau, Harus Dihadapi

"Nilai ini turun sekitar Rp19 triliun dari 2019. Penuruan ini diduga dampak adanya Covid-19," katanya dalam sambutan Puncak Hari Maritim Nasional 2022, Selasa (27/9/2022).

Meski mengalami penurunan, Luhut mengklaim kontribusi PDB maritim mengalami peningkatan dari 11,25% pada 2019 menjadi 11,31% pada 2022. Berdasarkan kajian sementara ekonomi maritim yang dilakukan oleh BRIN bersama Kemenko Marves, estimasi nilai PDB kemaritiman indonesia pada 2020 Rp1,212 triliun atau 11,31% PDB nasional yang mencapai Rp10.722 triliun.

"Dan ini menjadi indikasi kemaritiman indonesia menjadi kuat menghadapi krisis global sepertii Covid-19 yang kita hadapi kemarin," ucapnya.

Baca juga: 5 Pertarungan Besar Joe Joyce Berikutnya: Jalan Juara Dunia

Sementara itu, Luhut mengatakan bahwa PDB maritim merupakan base line pembangunan ekonomi maritim yang akan dipantau setiap tahunnya. "Capaian PDB maritim juga akan menjadi feedback pembangun matitim yang akan kita laksanakan di waktu mendatang," katanya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD,...
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD, Luhut Ingatkan OJK Punya Tugas Tambahan
Luhut Buka Suara Soal...
Luhut Buka Suara Soal Gonjang-ganjing Bursa Saham RI: Investor Global Masih Wait and See
BKI Gelar Sidang KOMTEK,...
BKI Gelar Sidang KOMTEK, Pastikan Aturan Klasifikasi Relevan bagi Industri Maritim
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved