Waduh! Jika Tak Ditambah, Stok Pertalite Bakal Habis Oktober Ini
Rabu, 28 September 2022 - 15:56 WIB
loading...
Kuota Pertalite diperkirakan bakal habis Oktober ini. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tahun ini yang ditetapkan sebesar 23,05 juta kiloliter (kl) bakal habis pada Oktober mendatang. Perkiraan itu berdasarkan hasil hitung-hitungan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Baca juga: Pembelian Pertalite Bakal Dibatasi 120 Liter per Hari, Ini Penjelasan Pertamina
Masalahnya, hingga kini pemerintah masih belum merealisasikan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) Subsidi tersebut. Berdasarkan hitungan BPH Migas yang dilakukan pada September ini, konsumsi hingga akhir tahun diprediksi bakal bertambah sebanyak 6,8 juta kl.
"Kuota tahun ini Pertalite 23,05 juta kl, dari prognosa yang kita buat hingga September ini maka nanti konsumsi tahunan bisa bertambah 6,8 juta kl," kata Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman dalam diskusi virtual, dikutip Rabu (28/9/2022).
Saleh menuturkan, secara ideal diperlukan regulasi berupa revisi Perpres No. 191 Tahun 2014 untuk mengatur lebih detail pembatasan pembelian BBM dubsidi. Selain pengetatan pembelian, penambahan kuota juga diperlukan seiring pertumbuhan ekonomi yang terus terjadi.
Baca juga: Pembelian Pertalite Bakal Dibatasi 120 Liter per Hari, Ini Penjelasan Pertamina
Masalahnya, hingga kini pemerintah masih belum merealisasikan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) Subsidi tersebut. Berdasarkan hitungan BPH Migas yang dilakukan pada September ini, konsumsi hingga akhir tahun diprediksi bakal bertambah sebanyak 6,8 juta kl.
"Kuota tahun ini Pertalite 23,05 juta kl, dari prognosa yang kita buat hingga September ini maka nanti konsumsi tahunan bisa bertambah 6,8 juta kl," kata Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman dalam diskusi virtual, dikutip Rabu (28/9/2022).
Saleh menuturkan, secara ideal diperlukan regulasi berupa revisi Perpres No. 191 Tahun 2014 untuk mengatur lebih detail pembatasan pembelian BBM dubsidi. Selain pengetatan pembelian, penambahan kuota juga diperlukan seiring pertumbuhan ekonomi yang terus terjadi.
Lihat Juga :