UMK Academy Antar 455 UMK Tembus Pasar Internasional
Kamis, 29 September 2022 - 08:21 WIB
loading...
A
A
A
UMK kelas Go Online, kata dia, dipastikan mendapatkan pelatihan sosmed Ads, penjualan melalui lokapasar (marketplace), pelatihan pembuatan website, blog dan vlog. Sementara, kelas tertinggi yakni Go Global diperkenalkan pada fast track pengenalan ekspor UKM, menghitung biaya ekspor, serta mencari pembeli potensial dan bernegosiasi.
"Bagi saya UMK Academy merupakan media untuk menjaring, mengedukasi dan mengangkat kualitas UMK agar berdaya saing di era digital saat ini. Ilmu yang dipaparkan oleh mentor yang expert di bidangnya dan merupakan seorang akademisi serta pelaku usaha khususnya di bidang ekspor," tutur Agung Setiawan, pemilik Woodeco Indonesia, yang mengikuti kelas Go Global.
Woodeco indonesia bergerak dibidang penyedia barang atau perabotan yang berasal dari beberapa jenis kayu. Perusahaan yang berdiri pada 2017 di Bantul tersebut sudah memiiki sertifikasi SVLK dan MSDS. Agung menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2019. Dia menerima bantuan pinjaman modal sebesar Rp90 juta. Baru-baru ini, dia mengekspor satu kontainer berisi sekitar 580 buah panel kayu ke Spanyol dan Belanda.
Para peserta UMK Academy mengungkapkan selama pelatihan mendapatkan ilmu yang relevan dengan usahanya dari para mentor. Kegiatan tersebut dilakukan melalui coaching one by one sehingga pengetahuan yang didapatkan lebih maksimal.
Manfaat lain yang dirasakan peserta UKM Academy adalah adanya peningkatan pengetahuan dalam meningkatkan usaha terutama yang terkait dengan perizinan, pemasaran dan pengelolaan keuangan yang lebih praktis. Peserta juga mendapatkan relasi baru dari seluruh Indonesia, apalagi ditopang pemasaran melalui lokapasar.
"Bagi saya UMK Academy merupakan media untuk menjaring, mengedukasi dan mengangkat kualitas UMK agar berdaya saing di era digital saat ini. Ilmu yang dipaparkan oleh mentor yang expert di bidangnya dan merupakan seorang akademisi serta pelaku usaha khususnya di bidang ekspor," tutur Agung Setiawan, pemilik Woodeco Indonesia, yang mengikuti kelas Go Global.
Woodeco indonesia bergerak dibidang penyedia barang atau perabotan yang berasal dari beberapa jenis kayu. Perusahaan yang berdiri pada 2017 di Bantul tersebut sudah memiiki sertifikasi SVLK dan MSDS. Agung menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2019. Dia menerima bantuan pinjaman modal sebesar Rp90 juta. Baru-baru ini, dia mengekspor satu kontainer berisi sekitar 580 buah panel kayu ke Spanyol dan Belanda.
Para peserta UMK Academy mengungkapkan selama pelatihan mendapatkan ilmu yang relevan dengan usahanya dari para mentor. Kegiatan tersebut dilakukan melalui coaching one by one sehingga pengetahuan yang didapatkan lebih maksimal.
Manfaat lain yang dirasakan peserta UKM Academy adalah adanya peningkatan pengetahuan dalam meningkatkan usaha terutama yang terkait dengan perizinan, pemasaran dan pengelolaan keuangan yang lebih praktis. Peserta juga mendapatkan relasi baru dari seluruh Indonesia, apalagi ditopang pemasaran melalui lokapasar.
Lihat Juga :