Mengurai Fakta Bagaimana Raksasa Industri Jerman Hadapi Musim Dingin Tanpa Gas Rusia
Kamis, 29 September 2022 - 21:11 WIB
loading...
A
A
A
CONTINENTAL
Pemasok suku cadang mobil ini telah bekerja sejak Agustus dengan mengurangi konsumsi gas alam sebesar 20% untuk menggantinya dengan minyak, listrik atau gas cair. Mereka membelinya dari berbagai sumber dan meningkatkan inventaris.
COVESTRO
Covestro, group penghasil bahan kimia yang membuat produk termasuk bahan kimia busa yang digunakan di kasur, kursi mobil dan insulasi bangunan, mereka menggunakan gas alam baik sebagai bahan baku untuk produksinya maupun sebagai sumber energi.
Mengganti gas sebagai bahan baku belum memungkinkan, dan opsi untuk menggantinya sebagai sumber energi juga terbatas, kata seorang juru bicara. Meski begitu perusahaan sedang menguji di mana mereka dapat mengganti bahan bakar dengan minyak.
Namun belum ada rencana memindahkan produksi keluar dari Eropa atau mengubah rencana investasi masa depan sebagai akibat dari krisis energi.
"Tentu saja akan ada titik di mana kita perlu bertanya pada diri sendiri apakah itu masih masuk akal secara finansial," tambah juru bicara itu.
TRUK DAIMLER
Kepala eksekutif Daimler Truck mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan surat kabar Jerman FAZ, bahwa perusahaan ingin beralih dari mengisi bahan bakar pembangkit listrik dan pemanas yang sebelumnya dengan gas menjadi menggunakan minyak. Akan tetapi perusahaan terjebak dalam birokrasi dan hanya akan dapat beralih pada Oktober.
Pihaknya telah menerapkan beberapa langkah untuk mengurangi konsumsi energi absolut termasuk mengalihkan pemakaian bohlam lampu menjadi LED dan mengurangi suhu di kantor dan ruang produksi hingga dua derajat Celcius selama musim dingin, kata seorang juru bicara kepada Reuters.
HEIDELBERG MATERIALS
Heidelberg Materials, sebelumnya HeidelbergCement, mengatakan pada Juli bahwa pihaknya sedang menyusun rencana kontingensi untuk beralih ke sumber energi alternatif, termasuk minyak.
Semua itu terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga listrik daripada gas, kata CEO pada saat itu, dengan tagihan energinya 60% lebih tinggi dari tahun lalu pada paruh pertama tahun 2022.
LINDE
Perusahaan gas industri terbesar di dunia itu mengatakan pada bulan Juli bahwa mereka memproduksi gas yang sangat penting dari perspektif keselamatan medis dan karenanya percaya akan diprioritaskan untuk alokasi gas dari pemerintah Jerman.
Pemasok suku cadang mobil ini telah bekerja sejak Agustus dengan mengurangi konsumsi gas alam sebesar 20% untuk menggantinya dengan minyak, listrik atau gas cair. Mereka membelinya dari berbagai sumber dan meningkatkan inventaris.
COVESTRO
Covestro, group penghasil bahan kimia yang membuat produk termasuk bahan kimia busa yang digunakan di kasur, kursi mobil dan insulasi bangunan, mereka menggunakan gas alam baik sebagai bahan baku untuk produksinya maupun sebagai sumber energi.
Mengganti gas sebagai bahan baku belum memungkinkan, dan opsi untuk menggantinya sebagai sumber energi juga terbatas, kata seorang juru bicara. Meski begitu perusahaan sedang menguji di mana mereka dapat mengganti bahan bakar dengan minyak.
Namun belum ada rencana memindahkan produksi keluar dari Eropa atau mengubah rencana investasi masa depan sebagai akibat dari krisis energi.
"Tentu saja akan ada titik di mana kita perlu bertanya pada diri sendiri apakah itu masih masuk akal secara finansial," tambah juru bicara itu.
TRUK DAIMLER
Kepala eksekutif Daimler Truck mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan surat kabar Jerman FAZ, bahwa perusahaan ingin beralih dari mengisi bahan bakar pembangkit listrik dan pemanas yang sebelumnya dengan gas menjadi menggunakan minyak. Akan tetapi perusahaan terjebak dalam birokrasi dan hanya akan dapat beralih pada Oktober.
Pihaknya telah menerapkan beberapa langkah untuk mengurangi konsumsi energi absolut termasuk mengalihkan pemakaian bohlam lampu menjadi LED dan mengurangi suhu di kantor dan ruang produksi hingga dua derajat Celcius selama musim dingin, kata seorang juru bicara kepada Reuters.
HEIDELBERG MATERIALS
Heidelberg Materials, sebelumnya HeidelbergCement, mengatakan pada Juli bahwa pihaknya sedang menyusun rencana kontingensi untuk beralih ke sumber energi alternatif, termasuk minyak.
Semua itu terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga listrik daripada gas, kata CEO pada saat itu, dengan tagihan energinya 60% lebih tinggi dari tahun lalu pada paruh pertama tahun 2022.
LINDE
Perusahaan gas industri terbesar di dunia itu mengatakan pada bulan Juli bahwa mereka memproduksi gas yang sangat penting dari perspektif keselamatan medis dan karenanya percaya akan diprioritaskan untuk alokasi gas dari pemerintah Jerman.
Lihat Juga :