Mengurai Fakta Bagaimana Raksasa Industri Jerman Hadapi Musim Dingin Tanpa Gas Rusia

Kamis, 29 September 2022 - 21:11 WIB
loading...
Mengurai Fakta Bagaimana...
Kekhawatiran musim dingin yang lebih berat di Jerman tanpa gas Rusia masih ada. Berikut fakta-fakta seputar strategi beberapa perusahaan industri terbesar Jerman untuk mengurangi asupan gas. Foto/Dok
A A A
BERLIN - Jerman telah berhasil mengisi cadangan gasnya hingga 91,32% dari kapasitas, namun tidak menghapus seluruh kekhawatiran timbulnya krisis energi setelah aliran gas Rusia turun tajam menyusul sanksi Eropa atas invasi Rusia ke Ukraina.

Baca Juga: Ada Dugaan Kesengajaan Kebocoran Pipa Gas Nord Stream 2 Milik Rusia, Investigasi Digelar

Meski pasokan cukup, namun ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkannya di tengah lonjakan harga gas. Lantas bagaimana para perusahaan raksasa Jerman bersiap menghadapi musim dingin yang menurut banyak kalangan bakal menjadi musim dingin terberat.

Satu dari sepuluh perusahaan menengah, yang menyediakan hampir dua pertiga pekerjaan di Jerman, telah memangkas atau menghentikan produksi akibat kenaikan ekstrem harga gas.

Baca Juga: Rusia Potong Gas, Industri Jerman Dihadapkan Pilihan yang Menyakitkan

Berdasarkan survei di bulan September terhadap hampir 600 perusahaan menengah oleh asosiasi bisnis BDI, bahwa mereka menurunkan produksi seiring melemahnya permintaan.

Beberapa raksasa industri khususnya industri berat seperti bahan kimia telah mulai mengalihkan produksi dan sumber mereka dari tempat lain. Sementara yang lainnya beralih dari gas ke batu bara atau minyak - menimbulkan masalah bagi jejak karbon mereka.

Di bawah ini adalah strategi tentang langkah-langkah apa saja yang telah diambil oleh beberapa perusahaan industri terbesar Jerman untuk mengurangi asupan gas mereka dalam mengantisipasi musim dingin.

BASF

Perusahaan bahan kimia terbesar di dunia ini telah mengurangi produksi amonia, pupuk nitrogen, dan input untuk plastik rekayasa dan cairan buang diesel yang sangat bergantung pada gas alam.

Sekarang BASF mencari beberapa amonianya dari luar Eropa, di mana harganya lebih rendah, kata seorang juru bicara.

BMW

BMW mengkonsumsi sekitar 3.500 gigawatt jam (GWh) energi setiap tahun di Jerman dan Austria, tiga perempat di antaranya berasal dari gas alam. Namun di tengah pasokan yang ketat, Kepala keuangan perusahaan mengatakan produsen mobil itu dapat mengurangi asupan gasnya setidaknya 15% dibandingkan tahun lalu.

CEO Oliver Zipse mengatakan, pada bulan Agustus bahwa mereka dapat mengganti sekitar 500 GWh listrik dari gabungan panas dan pembangkit listrik bertenaga gas dengan membeli listrik dari tempat lain. Tetapi hal itu akan berdampak signifikan terhadap peningkatan biaya produksi.

Seorang juru bicara mengatakan, BMW masih mengevaluasi beberapa langkah. Sementara itu, mereka telah mematikan pencahayaan eksterior pada beberapa bangunan dan ruang iklannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Eropa Terpecah! Italia...
Eropa Terpecah! Italia Desak Blokir Minyak dan Gas Rusia Dibuka
Uni Eropa Disebut Terlambat...
Uni Eropa Disebut Terlambat 15 Tahun buat Hadapi Kiamat Energi
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Rekomendasi
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Infografis
Tanpa Uranium Rusia,...
Tanpa Uranium Rusia, Industri Nuklir AS Bisa Gagal Total
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved