Erick Thohir Beberkan Strategi Pendapatan BUMN Capai Rp2.292 Triliun
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi proporsionalnya hampir mirip. EBITDA margin meningkat menjadi 20,4%, artinya makin sehat dan jelas sehat. Total utangnya (BUMN) Rp1.579,6 triliun dan tentu equity atau modal (2021), mencapai Rp2.778,3 triliun. Debt to invested capital kita kira-kira 36%, artinya juga sehat,” pungkas Erick.
Di samping peningkatan revenue, EBITDA margin, dan penurunan rasio utang, kinerja BUMN didorong oleh penurunan bunga konsolidasi yang awalnya Rp91,5 triliun pada 2020 menjadi Rp73,5 triliun pada tahun ini.
Kementerian BUMN juga melakukan efisiensi jumlah BUMN melalui pembentukan klaster BUMN. Meski demikian Erick tak mengelak bila ada perusahaan pelat merah yang masih terkontraksi keuangannya.
“Kita tidak menutup mata ada juga BUMN yang kurang sehat, maka sejak awal kita bentuk portofolio perbaikan BUMN. BUMN-BUMN yang tidak masuk ekosistem akan berada di bawah Danareksa dan juga PPA. Dan insya Allah, jumlah BUMN terus kita lakukan konsolidasi karena ingin memastikan bukan banyaknya BUMN, tetapi justru impact BUMN kepada industri dan tentunya kepada masyarakat,” kata dia.
Di samping peningkatan revenue, EBITDA margin, dan penurunan rasio utang, kinerja BUMN didorong oleh penurunan bunga konsolidasi yang awalnya Rp91,5 triliun pada 2020 menjadi Rp73,5 triliun pada tahun ini.
Kementerian BUMN juga melakukan efisiensi jumlah BUMN melalui pembentukan klaster BUMN. Meski demikian Erick tak mengelak bila ada perusahaan pelat merah yang masih terkontraksi keuangannya.
“Kita tidak menutup mata ada juga BUMN yang kurang sehat, maka sejak awal kita bentuk portofolio perbaikan BUMN. BUMN-BUMN yang tidak masuk ekosistem akan berada di bawah Danareksa dan juga PPA. Dan insya Allah, jumlah BUMN terus kita lakukan konsolidasi karena ingin memastikan bukan banyaknya BUMN, tetapi justru impact BUMN kepada industri dan tentunya kepada masyarakat,” kata dia.
(msd)
Lihat Juga :