More DIGITAL, More SPIRITUAL

Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:33 WIB
loading...
A A A
Yaitu praktik bisnis buruk yang bersumber pada paham kapitalisme membabi buta: fokus hanya pada SHAREHOLDER VALUE dengan mendewakan profit dan kapitalisasi pasar; rakus dan hanya mementingkan duniawi; sarat tipu daya dan ketidakjujuran; terlalu mengeksploitasi alam dan buruh; dan bisnis yang membutakan diri terhadap persoalan sosial dan umat.

Maka pandemi bisa menjadi momentum bagi para entrepreneurs muslim untuk menunjukkan keutamaan praktik bisnis yang islami. Karena itu, seharusnya model bisnis SYARIAH UNIVERSAL bisa menjadi “obat” bagi kerusakan bumi dan tatanan sosial yang disebabkan oleh sistem dan praktik bisnis kapitalis yang mengedepankan selfishness dan kerakusan.

Apa itu model SYARIAH UNIVERSAL? Yaitu praktik bisnis yang mengedepankan: AMANAH dan bisa dipercaya (“al amin“); KEADILAN bagi seluruh stakeholders, TRANSPARAN dan dilandasi kejujuran; MANFAAT bagi umat (“rahmatan lil alamin“) termasuk mereka yang terpinggirkan, dan SEIMBANG antara dunia dan akhirat. (Lihat videonya: Modus Baru Napi Asimilasi masuk hotel Incar HP)

Tentu itu saja tidak cukup, karena itu masih di dataran etis, sosial, dan spiritual sebagai landasan. Untuk sukses pada era NEXT NORMAL setelah wabah berlalu, maka perusahaan harus membangun kapabilitas digital yang mumpuni. Pada era Muslim 4.0 daya saing dibangun melalui transformasi digital dan kompetensi digital.

Singkatnya, era pasca Covid-19 membutuhkan praktik dan model bisnis baru dengan tiga elemen: digital, sosial, spiritual (DSS). Ini akan menjadi solusi bagi dunia yang kian compang-camping ini.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
Siap Naik Kelas! Simak...
Siap Naik Kelas! Simak Formula Marketing Digital Terbaru Khusus UMKM dan Korporasi
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
Kisah Rizaldo Arif Akbar,...
Kisah Rizaldo Arif Akbar, dari Bisnis Digital hingga Jadi Travel Content Creator
Rekomendasi
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Masyarakat Kian Terancam,...
Masyarakat Kian Terancam, Kasus Kejahatan Digital Semakin Marak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved