Akademisi Unpad Beberkan Sejumlah Tantangan Ekonomi Indonesia
Senin, 03 Oktober 2022 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Selain wabah covid-19 yang melanda seluruh Dunia, menurut Prof. Nunuy, konflik Rusia-Ukraina menjadi tantangan selanjutnya yang harus dihadapi bersama-sama oleh seluruh negara tidak terkecuali negara-negara di kawasan ASEAN.
Menurutnya, konflik tersebut telah menyebabkan kenaikan harga komoditas secara eksponensial, mengingat kedua negara yang bertikai merupakan pengekspor utama bahan bakar fosil, biji-bijian, pupuk, dan logam. Bahkan tidak dapat terbantahkan, gangguan pasokan komoditas akibat invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022 berdampak drastis pada perekonomian global, termasuk di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. "Selain itu, konflik Rusia-Ukraina itu akan menyebabkan harga energi dan makanan global naik masing-masing sebesar 50% dan 20% pada tahun 2022," terangnya.
Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia, Berlianto Situngkir membeberkan lima upaya membantu pemulihan ekonomi di Kementerian Luar Negeri. Pertama, membentuk Tim Khusus Ekonomi. "Sejak bulan Juli 2020, Kemenlu membentuk Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi (TPPE), sebuah kelompok kerja non-struktural yang bertugas memetakan potensi dan memanfaatkan peluang ekonomi di tengah pandemi Covid-19," katanya.
Kedua, bekerja sama/gotong royong dimana TPPE senantiasa menjalin kerja sama dengan kementerian/lembaga milik Pemerintah Indonesia, terutama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Investasi (BKPM).
Ketiga, melakukan diplomasi Vaksin. Keempat, BUMN Go Global, yaitu program kerja sama antara Kemlu dan Kementerian BUMN bertujuan untuk meningkatkan status Indonesia dari target pasar, menjadi pemimpin pada rantai pasok global. "BUMN Go Global juga ditujukan untuk memasarkan produk-produk BUMN di kancah internasional," katanya.
Kelima, pengakuan sertifikat vaksinasi. Pada bulan Mei 2022, pemerintah Indonesia dan Uni Eropa resmi bekerja sama lewat pengakuan sertifikat vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi dan EU Digital Covid Certificate (EU DCC).
Menurutnya, konflik tersebut telah menyebabkan kenaikan harga komoditas secara eksponensial, mengingat kedua negara yang bertikai merupakan pengekspor utama bahan bakar fosil, biji-bijian, pupuk, dan logam. Bahkan tidak dapat terbantahkan, gangguan pasokan komoditas akibat invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022 berdampak drastis pada perekonomian global, termasuk di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. "Selain itu, konflik Rusia-Ukraina itu akan menyebabkan harga energi dan makanan global naik masing-masing sebesar 50% dan 20% pada tahun 2022," terangnya.
Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia, Berlianto Situngkir membeberkan lima upaya membantu pemulihan ekonomi di Kementerian Luar Negeri. Pertama, membentuk Tim Khusus Ekonomi. "Sejak bulan Juli 2020, Kemenlu membentuk Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi (TPPE), sebuah kelompok kerja non-struktural yang bertugas memetakan potensi dan memanfaatkan peluang ekonomi di tengah pandemi Covid-19," katanya.
Kedua, bekerja sama/gotong royong dimana TPPE senantiasa menjalin kerja sama dengan kementerian/lembaga milik Pemerintah Indonesia, terutama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Investasi (BKPM).
Ketiga, melakukan diplomasi Vaksin. Keempat, BUMN Go Global, yaitu program kerja sama antara Kemlu dan Kementerian BUMN bertujuan untuk meningkatkan status Indonesia dari target pasar, menjadi pemimpin pada rantai pasok global. "BUMN Go Global juga ditujukan untuk memasarkan produk-produk BUMN di kancah internasional," katanya.
Kelima, pengakuan sertifikat vaksinasi. Pada bulan Mei 2022, pemerintah Indonesia dan Uni Eropa resmi bekerja sama lewat pengakuan sertifikat vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi dan EU Digital Covid Certificate (EU DCC).
Lihat Juga :