Efek Harga BBM Naik, Kepala BPS Wanti-wanti Inflasi Tinggi Berlanjut ke Oktober

Senin, 03 Oktober 2022 - 14:02 WIB
loading...
Efek Harga BBM Naik,...
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono menerangkan, bahwa inflasi tinggi yang dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) bisa berlanjut ke bulan selanjutnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) , Margo Yuwono menerangkan, bahwa inflasi tinggi yang dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) bisa berlanjut ke bulan selanjutnya. Hal ini berkaca dari kejadian tahun 2014, yang juga terjadi kenaikan harga BBM.

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Kerek Inflasi di September 2022, Tertinggi Sejak 2014

Margo mengungkapkan bahwa saat itu tepatnya pada 17 November 2014 terjadi kenaikan harga BBM premium dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter. Tak hanya premium, untuk BBM jenis solar juga ada kenaikan dari Rp5.500 menjadi Rp7.500 per liter, dimana pada saat itu terjadi inflasi tahunan sebesar 6,23%.

"Tetapi yang menarik juga perlu kehati-hatian kedepan adalah bahwa kenaikan pada bulan yang bersangkutan ini juga memiliki dampak di bulan berikutnya, dimana bulan Desember ini terjadi inflasi 8,36%," tegas Margo dalam Press Conference Rilis BPS, Senin (3/10/2022).

Namun, Margo melanjutkan bahwa ini hanya memperlihatkan historis data bahwa inflasi yang kenaikan BBM pada bulan tertentu itu dampaknya pada bulan berikutnya. "Tetapi kalau lihat tren berikutnya sudah mulai landai kembali, tidak mengalami puncaknya," ungkap Margo.

Baca Juga: Daerah Inflasi Tertinggi di Bukittinggi, Imbas Kenaikan Harga BBM

Kalau kita belajar dari series yang lalu, lanjut Margo, kenaikan harga BBM ini dampaknya ke beberapa subsektor kepada kelompok pengeluaran, nanti yang terkena adalah bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, kemudian perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, kemudian transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

"Polanya juga sama, ada kenaikan di November, tetapi di Desembernya juga terjadi kenaikan tetapi pada bulan-bulan berikutnya itu kenaikannya sudah tidak berdampak dan sudah landai inflasinya begitu," jelas Margo.

Sebagai ringkasan inflasi September 2022, penyesuaian harga BBM yang diberlakukan pada awal bulan mendorong inflasi September 2022 melalui kenaikan harga pada komponen komoditas harga diatur pemerintah, yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi September 2022.

Penyesuaian harga BBM berdampak lonjakan inflasi kelompok energi hingga mencapai 16,48% secara yoy pada September 2022. Secara m-to-m, kelompok bahan makanan mengalami deflasi pada September 2022 sebesar 0,68%, sehingga menahan inflasi tahunan yang relatif landai sebesar 8,69%.

"Perlu diwaspadai inflasi Oktober khususnya pada kelompok transportasi karena belum semua wilayah melakukan penyesuaian tarif angkutan," pungkas Margo.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Rekomendasi
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
PPN Naik Jadi 12%, Masyarakat...
PPN Naik Jadi 12%, Masyarakat Beralih ke Frugal Living
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved