Awal Pekan Wall Street Dibuka Naik, Saham Tesla Malah Anjlok 6%

Senin, 03 Oktober 2022 - 20:59 WIB
loading...
Awal Pekan Wall Street...
Tiga indeks Wall Street dibuka menguat pada awal pekan, Senin (3/10/2022), usai merosot akhir pekan lalu. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Tiga indeks Wall Street dibuka menguat pada awal pekan, Senin (3/10), usai merosot akhir pekan lalu. Di sisi lain, saham Tesla anjlok 6% lebih menyusul penjualan kuartalan yang kurang sesuai ekspektasi di tengah kekhawatiran terhadap resesi.

Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 1,17% di 29.062,17, S&P 500 (SPX) tumbuh 1,02% di 3.622,09, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) menanjak 0,70% di 10.649,38. Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah SPX antara lain Tesla, Carnival Corp, dan Apple.

Tiga top gainers ditempati oleh APA Corp menguat 7,40%, Devon Energy naik 7,05%, dan Marathon Oil tumbuh 7,35%, sedangkan top losers diduduki oleh Tesla turun 6,56%, Moderna anjlok 1,43%, dan Delta Air Lines tertekan 1,62%.

Baca juga: Tesla Tarik Kembali 1.097.762 Mobil Akibat Kaca Bermasalah

Seluruh indeks tampak menjumpai fluktasi dagang di akhir kuartal ketiga ini, menyusul sentimen kekhawatiran terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang ditakutkan membawa ekonomi AS masuk dalam resesi.

Analis menilai rebound indeks dapat bertahan hanya sampai awal kuartal empat mengingat minim sentimen positif yang dapat mendongkrak kenaikan.

"Kami menduga selama kuartal ke-IV, kita akan semakin dekat dengan potensi resesi karena The Fed terus menaikkan suku bunganya," ujar Kepala Investasi Glenmede Jason Pride, dilansir Reuters, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Proyeksi The Fed: Suku Bunga AS Bakal Tembus 4,6% di 2023

Katalis The Fed masih memberatkan pasar. Hal ini diwaspadai dapat semakin membentuk tekanan jual lanjutan. Sementara itu, data menunjukkan output industri di tingkat global sebagian besar melemah pada September karena permintaan yang melambat.

Hal itu menambah kecemasan pasar bahwa lonjakan terhadap biaya yang terus-menerus dan kebijakan moneter yang lebih ketat dapat mengurangi prospek pemulihan ekonomi.



Ke depan, investor pasar modal di Negeri Paman Sam akan fokus terhadap data indeks manufaktur ISM untuk bulan September.

Rilis tersebut akan menunjukkan kekuatan di tingkat produsen pada saat ekonomi terbesar dunia itu bergulat dengan tekanan harga.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
Saham NPGF Melonjak...
Saham NPGF Melonjak 137%, Rumor Akuisisi Picu Optimisme
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
10 Saham Paling Boncos...
10 Saham Paling Boncos dalam Sepekan, Terparah Ambles 53,49 Persen
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Pria Ini Ditangkap karena...
Pria Ini Ditangkap karena Kemudikan Tesla Cybertruck ke Dalam Danau
Tesla Kembali Rebut...
Tesla Kembali Rebut Posisinya sebagai Mobil Listrik Nomor 1
Rekomendasi
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
Berita Terkini
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Infografis
BBM Subsidi Belum Naik,...
BBM Subsidi Belum Naik, Harga Bapok Malah Nanjak Duluan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved