Bank Jago dan Tokopedia Perkuat Kolaborasi
Kamis, 06 Oktober 2022 - 18:36 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam skema credit channeling, ketersediaan funding itu merupakan syarat mutlak dan menjadi penentu keberhasilan. Bagaimanapun GOTO bukan institusi pengumpul dana pihak ketiga (DPK) masyarakat, dan karena itu membutuhkan sokongan pendanaan bank yang lebih pasti dan lebih stabil,” kata analis MNC Sekuritas Tirta Widi Gilang Tirtadi pada kesempatan terpisah.
Menurut Tirta, kolaborasi Jago dan GOTO memiliki keunikan tersendiri sekaligus menjadi nilai tambah keduanya. GOTO memiliki belasan juta pengguna, aktif bertransaksi dan sangat loyal.
GOTO juga punya kemampuan melakukan cross selling antar platform berkat merger Gojek Tokopedia dan produk yang lebih terdiversifikasi. “Sekarang, GOTO masuk bisnis lending. Mereka bisa menyasar pengguna dari sisi konsumen maupun mitra usaha secara bersamaan. Ini menjadi sumber pemasukan baru dan bakal berdampak signifikan terhadap pendapatan,” katanya.
Sementara Bank Jago saat ini menjadi yang terdepan di antara para kompetitornya di bisnis bank digital. Fitur aplikasinya juga lengkap dan relevan dengan kebutuhan konsumen, termasuk para pengguna di ekosistem GOTO. Misalnya fitur Kantong yang bisa dioptimalkan mitra Go Food dan merchant Tokopedia untuk manajemen keuangan usaha secara digital.
Selain itu, lanjut Tirta, aplikasi Jago dan platform GOTO sudah saling terhubung. “Dan jangan lupa, GOTO (melalui Gojek) adalah pemilik 21% saham Bank Jago. Ini yang disebut sebagai keunikan sekaligus competitive advantage GOTO dan Jago yang belum bisa disaingi kompetitor sejenis,” katanya.
Dalam acara Workshop Makin Jago Jualan di Tokopedia, Vincent memberikan edukasi kepada lebih dari 100 merchant Tokopedia. Dalam edukasi tersebut, Vincent memaparkan seputar ekosistem digital Jago untuk membantu UMKM menjadi ahli dalam mengelola keuangan.
“Hal fundamental yang perlu dipahami adalah memisahkan secara rapi keuangan pribadi dan bisnis. Isu utama yang dihadapi banyak merchant di Indonesia yakni arus kas dan biaya admin bank, maka dari itu Bank Jago hadir secara utuh untuk membantu mengelola keuangan lebih baik. Edukasi literasi keuangan terus kami hadirkan agar UMKM dapat berkembang dan maju bersama,” ujar Vincent.
Menurut Tirta, kolaborasi Jago dan GOTO memiliki keunikan tersendiri sekaligus menjadi nilai tambah keduanya. GOTO memiliki belasan juta pengguna, aktif bertransaksi dan sangat loyal.
GOTO juga punya kemampuan melakukan cross selling antar platform berkat merger Gojek Tokopedia dan produk yang lebih terdiversifikasi. “Sekarang, GOTO masuk bisnis lending. Mereka bisa menyasar pengguna dari sisi konsumen maupun mitra usaha secara bersamaan. Ini menjadi sumber pemasukan baru dan bakal berdampak signifikan terhadap pendapatan,” katanya.
Sementara Bank Jago saat ini menjadi yang terdepan di antara para kompetitornya di bisnis bank digital. Fitur aplikasinya juga lengkap dan relevan dengan kebutuhan konsumen, termasuk para pengguna di ekosistem GOTO. Misalnya fitur Kantong yang bisa dioptimalkan mitra Go Food dan merchant Tokopedia untuk manajemen keuangan usaha secara digital.
Selain itu, lanjut Tirta, aplikasi Jago dan platform GOTO sudah saling terhubung. “Dan jangan lupa, GOTO (melalui Gojek) adalah pemilik 21% saham Bank Jago. Ini yang disebut sebagai keunikan sekaligus competitive advantage GOTO dan Jago yang belum bisa disaingi kompetitor sejenis,” katanya.
Dalam acara Workshop Makin Jago Jualan di Tokopedia, Vincent memberikan edukasi kepada lebih dari 100 merchant Tokopedia. Dalam edukasi tersebut, Vincent memaparkan seputar ekosistem digital Jago untuk membantu UMKM menjadi ahli dalam mengelola keuangan.
“Hal fundamental yang perlu dipahami adalah memisahkan secara rapi keuangan pribadi dan bisnis. Isu utama yang dihadapi banyak merchant di Indonesia yakni arus kas dan biaya admin bank, maka dari itu Bank Jago hadir secara utuh untuk membantu mengelola keuangan lebih baik. Edukasi literasi keuangan terus kami hadirkan agar UMKM dapat berkembang dan maju bersama,” ujar Vincent.
Lihat Juga :