Upaya Mencari Solusi atas Permasalahan Asuransi Kredit
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 22:40 WIB
loading...
Apari menggelar seminar untuk mencari solusi untuk asuransi kredit. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Asuransi kredit saat ini tengah menjadi perhatian banyak pihak karena tingginya klaim sehingga membuat beberapa perusahaan asuransi dan reasuransi terdampak solvabilitasnya. Solusi mengenai asuransi kredit yang sehat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang saat ini mulai membaik.
Baca juga: Digitalisasi Percepat UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
"Untuk itu diperlukan keterlibatan dari banyak pihak untuk berbagi pandangan secara multi-perspektif, sehingga solusi yang diperoleh akan komprehensif dan efektif,” kata Ketua Umum Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (Apari) Bambang Suseno, dalam sebuah seminar yang memperingati hari jadi Apari ke-29, dikutip Jumat (7/10/2022).
Bambang menambahkan, semua pihak yang terlibat dalam industri ini bersepakat bahwa koreksi perlu segera dilakukan agar asuransi kredit menjadi solusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. "Melalui pengelolaan risiko dan asuransi yang lebih sehat,” jelas Bambang.
Seminar yang bertajuk “Asuransi Kredit: Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Cepat, melalui Pengelolaan Risiko dan Asuransi yang Lebih Sehat” menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai kalangan. Pada sesi 1, Joko Suyanto (Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia) menguraikan profil risiko BPR dan “asymetric gap-nya” dengan asuransi.
Baca juga: Digitalisasi Percepat UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
"Untuk itu diperlukan keterlibatan dari banyak pihak untuk berbagi pandangan secara multi-perspektif, sehingga solusi yang diperoleh akan komprehensif dan efektif,” kata Ketua Umum Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (Apari) Bambang Suseno, dalam sebuah seminar yang memperingati hari jadi Apari ke-29, dikutip Jumat (7/10/2022).
Bambang menambahkan, semua pihak yang terlibat dalam industri ini bersepakat bahwa koreksi perlu segera dilakukan agar asuransi kredit menjadi solusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. "Melalui pengelolaan risiko dan asuransi yang lebih sehat,” jelas Bambang.
Seminar yang bertajuk “Asuransi Kredit: Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Cepat, melalui Pengelolaan Risiko dan Asuransi yang Lebih Sehat” menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai kalangan. Pada sesi 1, Joko Suyanto (Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia) menguraikan profil risiko BPR dan “asymetric gap-nya” dengan asuransi.
Lihat Juga :