Inflasi Global jadi Ancaman Serius Bagi Indonesia, Nasib Rupiah Gimana?

Minggu, 09 Oktober 2022 - 19:23 WIB
loading...
Inflasi Global jadi...
Inflasi pangan dan energi berpotensi mendorong pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Foto/Dok Antara
A A A
JAKARTA - Inflasi tinggi yang terjadi di sejumlah negara di dunia bisa menjadi sebuah ancaman serius untuk Indonesia sehingga harus diantisipasi.

Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, saat ini saja sudah lebih dari 30 negara yang melakukan proteksi terhadap ekspor pangan untuk mengamankan stok pangan dari ancaman krisis.

Sebagian negara bahkan sudah masuk menjadi failed states atau negara gagal akibat inflasi pangan seperti Srilanka.

"Transmisi inflasi global juga mulai dirasakan ke Indonesia dengan naiknya harga BBM jenis subsidi sebesar 30% dan mendorong inflasi tertinggi sejak 2014," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Minggu (9/10/2022).

Baca juga: Tren Inflasi Tinggi Bakal Bikin Masyarakat Pilih Ngopi di Rumah Daripada ke Kafe

Jika inflasi pangan dan inflasi energi digabungkan, lanjut Bhima, maka berpotensi mendorong pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Proyeksinya gabungan inflasi pangan, inflasi energi dan pelemahan kurs rupiah sebabkan rupiah melemah ke level 16.000 per dolar AS," tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah pejabat publik mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ketidakpastian global dan resesi ekonomi yang menimpa sejumlah negara di dunia. Pasalnya, tantangan tersebut diperkirakan akan segera menghantam Indonesia.

Pemerintah bahkan menyiapkan sejumlah langkah ekstra dalam mengantisipasi tekanan dan dampak inflasi global terhadap ekonomi Indonesia. Hal ini demi mengembalikan target inflasi ke rentang 3%-5%.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp15.200 saat Utang Capai Rp6.086 Triliun, Apa Kata BI?

Saat ini inflasi dalam negeri pada Agustus 2022 tercatat sebesar 4,69% (yoy) atau membaik dari inflasi Juli 2022 yang sebesar 4,94% (yoy). Keberhasilan menekan angka inflasi volatile food menjadi salah satu faktor penurunan tingkat inflasi.

“Seiring upaya TPIP dan TPID dalam melakukan extra effort pengendalian inflasi, kita akan terus menekan inflasi volatile food agar dapat mencapai komitmen awal pada HLM TPIP Maret lalu yang sebesar 3%-5%,” terang Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, sebagai respons penyesuaian harga BBM pada awal September, pemerintah telah memberikan tiga jenis tambahan bantalan sosial dengan total anggaran sebesar Rp24,17 triliun.



Bantalan sosial tersebut yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan penggunaan 2% Dana Transfer Umum (DTU) oleh Pemerintah Daerah untuk membantu sektor transportasi seperti angkutan umum, ojek, bahkan nelayan, serta memberikan perlindungan sosial tambahan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Berita Terkini
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Infografis
Menakar Peluang Timur...
Menakar Peluang Timur Kapadze Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved