Di Amerika, Sri Mulyani Dapat Bisikan Soal Gejolak Keuangan Global
Senin, 10 Oktober 2022 - 07:02 WIB
loading...
Sri Mulyani mengadakan pertemuan dengan investor global di Amerika Serikat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan pertemuan intensif dengan para investor dan emerging market bond holder, yaitu Lazard, Citadel, Lord Abbet, Black Rock, Mackay Shields, HSBC AM, dan Van Eck. Pertemuan dilakukan dalam rangkaian agenda kerja di Amerika Serikat , pada Kamis lalu (6/10/2022).
Baca juga: Sri Mulyani Kantongi Penerimaan Pajak Rp1.171,8 Triliun, Fintech hingga Kripto Ikut Sumbang
Sri Mulyani menyampaikan perkembangan pemulihan ekonomi Indonesia sejak pandemi Covid-19 dan yang sekarang dihadapkan gejolak keuangan serta krisis pangan dan energi global. Dia juga memaparkan kebijakan APBN 2022 dan arah kebijakan fiskal APBN 2023 dalam mengelola berbagai gejolak luar biasa ini.
Delegasi Indonesia turut mendapatkan informasi update dan masukan langsung dari para investor tentang risiko gejolak keuangan global yang masih akan mengancam dunia hingga tahun depan.
“Kondisi ekonomi banyak negara-negara emerging akan sangat berat menurut para investor. Di sisi lain Indonesia dilihat sebagai negara dengan kebijakan dan kinerja ekonomi dan fiskal yang baik, mampu menghadapi gejolak dan mengantisipasinya. Kinerja dan kebijakan ekonomi Indonesia yang baik diharap terus terjaga dalam menghadapi guncangan global yang tidak mudah,” ungkap Sri, dikutip di Jakarta, Senin(10/10/2022).
Baca juga: Sri Mulyani Kantongi Penerimaan Pajak Rp1.171,8 Triliun, Fintech hingga Kripto Ikut Sumbang
Sri Mulyani menyampaikan perkembangan pemulihan ekonomi Indonesia sejak pandemi Covid-19 dan yang sekarang dihadapkan gejolak keuangan serta krisis pangan dan energi global. Dia juga memaparkan kebijakan APBN 2022 dan arah kebijakan fiskal APBN 2023 dalam mengelola berbagai gejolak luar biasa ini.
Delegasi Indonesia turut mendapatkan informasi update dan masukan langsung dari para investor tentang risiko gejolak keuangan global yang masih akan mengancam dunia hingga tahun depan.
“Kondisi ekonomi banyak negara-negara emerging akan sangat berat menurut para investor. Di sisi lain Indonesia dilihat sebagai negara dengan kebijakan dan kinerja ekonomi dan fiskal yang baik, mampu menghadapi gejolak dan mengantisipasinya. Kinerja dan kebijakan ekonomi Indonesia yang baik diharap terus terjaga dalam menghadapi guncangan global yang tidak mudah,” ungkap Sri, dikutip di Jakarta, Senin(10/10/2022).
Lihat Juga :