Siasat Rusia Meningkatkan Nilai Tukar Rubel Terhadap USD, Sulit Ditiru Indonesia

Selasa, 11 Oktober 2022 - 16:41 WIB
loading...
A A A
Tentunya terdapat beberapa faktor meningkatnya mata uang ini. Salah satunya adalah Rusia menjadi pengekspor gas dan minyak terbesar kedua di dunia.

Dalam 100 hari pertama perang Rusia-Ukraina, Federasi Rusia meraup pendapatan USD98 miliar dari ekspor bahan bakar fosil. Sementara itu beberapa negara Uni Eropa juga masih ketergantungan akan sumber daya mereka.

Untuk mengurangi ketergantungan ini saja diperkirakan membutuhkan waktu bertahun tahun. Bahkan pada tahun 2020 blok tersebut mengandalkan Rusia untuk 41% dari impor gasnya dan 36% dari impor minyaknya.

Selain itu Rusia juga memberlakukan kontrol modal yang ketat atau pembatasan mata uang asing. Sanksi ini juga membuat Moskow tak dapat mengimpor lebih banyak sehingga hanya menghabiskan sedikit uangnya.

Kemudian karena Rusia sekarang telah terputus dari sistem perbankan internasional SWIFT dan diblokir dari perdagangan internasional dalam dolar dan euro, pada dasarnya mereka dibiarkan berdagang dengan dirinya sendiri.

Namun apakah kebijakan ini dapat diberlakukan di Indonesia? Pada dasarnya kebijakan ini sangatlah sulit untuk diterapkan di tanah air.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Rekomendasi
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Di Seminar JARI, Para...
Di Seminar JARI, Para Pakar Kritisi Konstitusi untuk Kemajuan Bangsa
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
Berita Terkini
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved