Hadapi Badai Krisis Ekonomi, Jokowi Minta Para Menteri Bersiap untuk Skenario Terburuk

Rabu, 12 Oktober 2022 - 19:23 WIB
loading...
Hadapi Badai Krisis...
Presiden Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Rabu (12/10/2022). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Ancaman krisis ekonomi dan badai resesi kian nyata bahkan telah melanda sejumlah negara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri bersiap untuk kondisi terburuk.

Kepala Negara saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara menyatakan bakal memanggil beberapa menteri dan menteri koordinator (Menko) untuk berdiskusi mengenai stress test yang berkaitan dengan kenaikan harga-harga atau inflasi hingga persoalan pangan.

"Nanti beberapa menteri dan Menko akan saya ajak untuk berbicara yang berkaitan dengan stress test, sampai seberapa jauh kekuatan kita kalau badainya itu datang, baik yang berkaitan dengan currency, dengan kurs, yang berkaitan dengan inflasi, yang berkaitan dengan growth, yang berkaitan dengan pangan kita, energi kita," kata Jokowi dalam arahannya yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (12/10/2022).

Baca juga: Ekonomi Dunia Gelap, Jokowi Ingatkan Hati-hati Kelola Moneter dan Fiskal

Nantinya, Kepala Negara meminta para pembantunya untuk mempersiapkan semua rencana atau skenario dalam mengantisipasi kemungkinan hal buruk yang akan terjadi.

Hal ini juga sehubungan dengan proyeksi sejumlah lembaga keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional atau IMF dan Bank Dunia yang menyebut risiko resesi global akan meningkat.

"Semuanya harus kita tes betul sampai plan A, plan B, plan C, plan D, semuanya harus ada, plan E, semuanya. Yang paling buruk, yang buruk, semuanya harus kita hitung semuanya, sehingga sekali lagi, situasi makin memburuk dan antisipasi dampak di domestik ini harus betul-betul disiapkan," tandas Jokowi.

Baca juga: Cegah Ukraina Jatuh, IMF Suntik Dana Rp19,7 Triliun

Tak hanya itu, presiden juga meminta seluruh jajarannya agar berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Pasalnya, hal itu dapat mempengaruhi perekonomian nasional di tengah situasi global yang makin sulit.

"Kehati-hatian kita dalam membuat setiap kebijakan betul-betul jangan sampai lepas dari manajemen kita karena memang situasinya betul-betul ini situasi yang luar biasa sulitnya. Sekali lagi, policy setiap kementerian dan lembaga itu hati-hati," tegas mantan gubernur DKI itu.



Jokowi juga mendorong agar hubungan antar kementerian/lembaga dapat diperkuat dalam menangani urusan perlambatan ekonomi dunia, krisis pangan, energi, dan keuangan.

Seperti diketahui, krisis pangan dan inflasi tinggi membuat sejumlah negara mengalami kondisi sulit bahkan terancam menjadi negara gagal atau bangkrut. Misalnya Srilanka yang sudah masuk menjadi failed states atau negara gagal akibat inflasi pangan. Menurut presiden Jokowi, saat ini saja sudah ada 28 negara yang antre untuk mendapatkan bantuan dari IMF.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Rekomendasi
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Dilanda Krisis Ekonomi,...
Dilanda Krisis Ekonomi, Perdana Menteri Sri Lanka Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved