Cakupan Asuransi Pertanian Bakal Diperluas untuk Bawang Merah hingga Cabai
Kamis, 13 Oktober 2022 - 18:12 WIB
loading...
Kementan melalui Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian berencana memperluas cakupan asuransi pertanian. Selama ini asuransi pertanian baru mencakup petani komoditas padi dan peternak sapi atau kerbau. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian berencana memperluas cakupan asuransi pertanian . Selama ini asuransi pertanian baru mencakup petani komoditas padi dan peternak sapi atau kerbau.
Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan, Ali Jamil mengatakan, saat ini pihaknya menggodok kemungkinan asuransi untuk komoditas selain padi dan sapi/kerbau. "Kita akan upayakan ada asuransi untuk bawang merah , cabai merah, dan komoditas yang berdampak pada inflasi. Kalau bisa juga kambing dan domba diasuransikan," kata Ali belum lama ini.
Baca Juga: Petani Bali Didorong Ikut Asuransi Pertanian, Ini Alasannya
Sejak awal tahun, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga dan menjadi penyebab inflasi. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya ketika beras menjadi biang utama inflasi pangan, awal tahun ini penyebab inflasi didorong oleh bawang, cabai, telur, dan minyak goreng.
Selain hendak memperluas cakupan komoditas pangan yang dikaver asuransi, kata Ali, pihaknya juga mencoba membuka kemungkinan asuransi pertanian tidak hanya lewat Jasindo. "Bisa atau tidak atau seperti apa mekanismenya, mohon masukannya," pinta Ali Jamil.
Selain asuransi, untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern sesuai tagline Kementan, pertanian juga memerlukan dukungan pembiayaan yang memadai. Ihwal pembiayaan, kata Ali, Kementan mendukung lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Untuk kepala daerah, mohon bantuan untuk membantu program ini supaya pencapaian projek ini bisa tercapai dengan baik," pinta Ali.
Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan, Ali Jamil mengatakan, saat ini pihaknya menggodok kemungkinan asuransi untuk komoditas selain padi dan sapi/kerbau. "Kita akan upayakan ada asuransi untuk bawang merah , cabai merah, dan komoditas yang berdampak pada inflasi. Kalau bisa juga kambing dan domba diasuransikan," kata Ali belum lama ini.
Baca Juga: Petani Bali Didorong Ikut Asuransi Pertanian, Ini Alasannya
Sejak awal tahun, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga dan menjadi penyebab inflasi. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya ketika beras menjadi biang utama inflasi pangan, awal tahun ini penyebab inflasi didorong oleh bawang, cabai, telur, dan minyak goreng.
Selain hendak memperluas cakupan komoditas pangan yang dikaver asuransi, kata Ali, pihaknya juga mencoba membuka kemungkinan asuransi pertanian tidak hanya lewat Jasindo. "Bisa atau tidak atau seperti apa mekanismenya, mohon masukannya," pinta Ali Jamil.
Selain asuransi, untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern sesuai tagline Kementan, pertanian juga memerlukan dukungan pembiayaan yang memadai. Ihwal pembiayaan, kata Ali, Kementan mendukung lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Untuk kepala daerah, mohon bantuan untuk membantu program ini supaya pencapaian projek ini bisa tercapai dengan baik," pinta Ali.
Lihat Juga :