Kualitas BBM Pertalite Diuji Secara Intens Usai Dituding Lebih Boros

Jum'at, 14 Oktober 2022 - 17:32 WIB
loading...
Kualitas BBM Pertalite Diuji Secara Intens Usai Dituding Lebih Boros
Menjawab keraguan masyarakat soal kualitas BBM Pertalite, Kementerian ESDM menegaskan bakal terus melakukan tes uji secara berkala dan menekankan sejauh ini tidak ada pelanggaran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menjawab keraguan masyarakat soal kualitas Bahan Bakar Minyak atau BBM subsidi jenis Pertalite , Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bakal terus melakukan tes uji secara berkala. Pengujian ini dilaksanakan di laboratorium milik negara yaitu Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) atau Lemigas alias Lembaga Minyak dan Gas Bumi.

Baca Juga: Pertalite Lebih Boros? BPH Migas Tegaskan Kualitas Sudah Teruji dan Sesuai Ketentuan

Berdasarkan hasil uji tersebut, kandungan oktan Pertalite masih sesuai dengan standar Keputusan Direktur Jenderal Migas No. 0486 tahun 2017. Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM , Tutuka Ariadji mengatakan, bahwa pihaknya melakukan pengukuran kualitas Pertalite dengan mengambil sampel dari 6 SPBU di Jakarta.

“Ini masih berjalan terus, ini fungsi kita mengawasi, mengambil, dan tes uji di lab Lemigas dan ada 19 parameter,” kata Tutuka saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (14/10).

Adapun, hasil pengujian dari 6 sampel yang diambil termasuk di lokasi yang dikeluhkan oleh masyarakat, diklaim semuanya sudah on-spec (sesuai standar Kepdirjen Migas No. 0486 tahun 2017), tidak ada yang off-spec.

"Jadi yang disampaikan oleh masyarakat itu menurut kami dari 19 parameter yang diuji itu ya tidak benar, tapi kami akan terus melakukan di tempat lain. Dalam hal ini masyarakat memberikan informasi itu dukung dan dengarkan dan cek dan validasi karena fungsi kami sebagai pengawasan tetap di jalankan," terangnya.

Baca Juga: SPBU VIVO Akan Jual BBM Setara Pertalite, Bagaimana Izinnya?

Sejauh ini Tutuka belum bisa buka-bukaan soal faktor yang menyebabkan turunnya kualitas BBM karena sampel yang digunakannya masih terlalu sedikit. Tetapi, kalau sampel sudah banyak dan dinilai representatif untuk daerah yang diuji, Kementerian ESDM akan menyampaikan hasilnya.

Sementara Kepala Lemigas, Ariana Soemanto menuturkan bahwa sebagaimana yang telah disampaikan oleh Dirjen Migas bahwa untuk tahap awal pengujian Pertalite ke beberapa SPBU telah dilakukan.

"Dari 19 parameter yang ada, salah satu parameter ujinya yaitu angka oktan (RON), di mana dari hasil pengujiannya tidak ada yang RON-nya di bawah 90, semuanya di atas RON 90, yaitu kisaran 90,1 sampai dengan 90,7," tutur Ariana Soemanto.

Ari mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan pengujian ini secara lebih luas lagi ke berbagai SPBU lainnya sehingga jadi lebih masif lagi.

(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2459 seconds (10.101#12.26)