BI, OJK dan Pemerintah Harus Kompak Pulihkan Ekonomi

Senin, 06 Juli 2020 - 06:05 WIB
loading...
A A A
Dia mengaku selama masa pandemi, di berbagai negara hal yang paling dituntut kekompakannya adalah kebijakan fiskal dan moneter. Ini berarti kekompakan kementerian keuangan dan bank sentralnya.

Perekonomian membutuhkan jaminan dukungan dari keduanya baik itu stimulus fiskal dan kelonggaran moneter. "Misalnya kita tidak mendengar isu kebijakan FSA atau OJK di Jepang. Karena itu bukan sorotan utama. FSA di Jepang seperti juga OJK di Indonesia fokus menjaga kesehatan sistem keuangan. Ini melengkapi apa yang dilakukan oleh pemerintah dan bank sentral," ujarnya.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin menilai bauran kebijakan fiskal dan moneter perlu dijaga keseimbangannya. Khususnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ini merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi, yang diharapkan mendorong peningkatan daya saing ekonomi nasional di tengah penanganan pandemi COVID-19.

"Koordinasi antara pemerintah, BI, OJK, dan LPS dalam pemulihan ekonomi dan penguatan nilai tukar rupiah, harus terus terjaga. Bahkan juga harus dilaksanakan dalam koridor kehati-hatian atau tetap prudent. Agar pelonggaran kebijakan moneter BI berjalan efektif," ujar Puteri.

Selain itu juga menurut dia, sinergi tersebut harus terus diiringi dengan percepatan stimulus fiskal dan relaksasi kredit. Karena sektor riil sudah mulai beroperasi seiring dengan momentum pelaksanaan kebijakan normal baru. "Hal tersebut diharapkan dapat menjadi sentimen positif dan menjaga kepercayaan investor,” tutup Puteri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Gaji ke-13 Sudah Cair...
Gaji ke-13 Sudah Cair ke 5,5 Juta Penerima, Pemerintah Kucurkan Rp24,05 Triliun
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Rupiah Semakin Terpuruk...
Rupiah Semakin Terpuruk Dekati Rp17.900 per Dolar AS, BI Buka Suara
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rekomendasi
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved