Kondisi Ekonomi Menantang, BNI Lanjutkan Transformasi Perusahaan
Minggu, 16 Oktober 2022 - 13:38 WIB
loading...
BNI melanjutkan transformasi guna menghadapi turbulensi ekonomi serta mendorong kinerja pada masa pemulihan ekonomi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melanjutkan transformasi guna memberikan dorongan kinerja maksimal pada masa pemulihan ekonomi. BNI memastikan lebih adaptif terhadap perkembangan preferensi nasabah dan memiliki daya tahan terhadap turbulensi ekonomi ke depan.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, melalui transformasi perusahaan, BNI terus memperbaiki setiap lini operasional bisnis guna meningkatkan fundamental keuangan dan kapabilitas perusahaan dalam menjalankan fungsi intermediasi, investasi, dan penyediaan solusi transaksi keuangan yang unggul melalui digitalisasi.
"Journey transformasi perusahaan BNI ini telah dimulai sejak 2021 dan masih berlanjut hingga tahun ini. Kami harap upaya ini dapat semakin memperkuat kinerja pemulihan ekonomi," katanya melalui siaran pers, Minggu (16/10/2022).
Baca Juga: Laba Tumbuh 75,1%, Ekspansi Kredit BNI Capai Rp620,42 Triliun di Semester I 2022
Dia mengakui, kondisi ekonomi ke depan masih cukup menantang dengan beberapa isu seperti perang Rusia dan Ukraina yang berdampak pada perekonomian dunia dan Indonesia.Terlebih, banyak negara kini dihadapkan pada risiko inflasi lebih tinggi sehingga berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, melalui transformasi perusahaan, BNI terus memperbaiki setiap lini operasional bisnis guna meningkatkan fundamental keuangan dan kapabilitas perusahaan dalam menjalankan fungsi intermediasi, investasi, dan penyediaan solusi transaksi keuangan yang unggul melalui digitalisasi.
"Journey transformasi perusahaan BNI ini telah dimulai sejak 2021 dan masih berlanjut hingga tahun ini. Kami harap upaya ini dapat semakin memperkuat kinerja pemulihan ekonomi," katanya melalui siaran pers, Minggu (16/10/2022).
Baca Juga: Laba Tumbuh 75,1%, Ekspansi Kredit BNI Capai Rp620,42 Triliun di Semester I 2022
Dia mengakui, kondisi ekonomi ke depan masih cukup menantang dengan beberapa isu seperti perang Rusia dan Ukraina yang berdampak pada perekonomian dunia dan Indonesia.Terlebih, banyak negara kini dihadapkan pada risiko inflasi lebih tinggi sehingga berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Lihat Juga :