Barat Ingin Batasi Harga Gas Rusia, Gazprom Ancam Stop Pasokan

Senin, 17 Oktober 2022 - 12:38 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengungkapkan target batas harga minyak Rusia.
Awal bulan ini, para pemimpin Uni Eropa mencapai kesepakatan untuk memberlakukan paket sanksi lain terhadap Rusia, termasuk melarang transportasi laut untuk minyak Rusia ke negara-negara pihak ketiga kecuali minyak tersebut dijual di bawah atau dengan harga tertentu. Langkah-langkah tersebut akan berlaku setelah 5 Desember 2022 untuk minyak mentah dan 5 Februari 2023 untuk produk minyak olahan.

Baca Juga: Merkel Bela Kesepakatan Gas Rusia yang Sangat Rasional

Awal pekan ini, Yellen mengatakan bahwa pembatasan harga ekspor minyak Rusia adalah sekitar USD60 per barel. Hal itu diharapkan akan mengurangi pendapatan energi Moskow, namun tetap memungkinkan produksi yang menguntungkan, sehingga menjaga minyak mentah Rusia tetap ada di pasar global. Yellen menekankan bahwa tindakan itu masih dibahas oleh AS dan sekutu Baratnya.

Sementara Jumat lalu, Wakil Perdana Menteri Rusia Aleksander Novak mengatakan bahwa AS harus menetapkan batas harga untuk gas alam cair (LNG) yang dikirimnya ke Eropa. Sebab, bahan bakar Amerika itu dikirim ke Eropa dengan harga empat kali lebih tinggi dari harga untuk konsumsi domestik.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Rekomendasi
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Ajang Lari Bertajuk...
Ajang Lari Bertajuk Pancasakti Run 2026 Sediakan Tiket Menuju World Marathon Majors
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Rusia: Ukraina Jadi...
Rusia: Ukraina Jadi Tambang Emas bagi Produsen Senjata Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved