Soal Proyek Kereta Cepat Bengkak, Erick Thohir: Masih Lebih Murah Jika Dibangun Hari Ini
Rabu, 19 Oktober 2022 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Data sementara BPKP, anggaran KCJB bengkak hingga USD1,176 miliar. Adapun 25 persen dari total cost overrun ditutupi oleh konsorsium Indonesia, yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co. Ltd.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan bahwa PSBI akan menambal pembengkakan biaya sebesar Rp4 triliun, sedangkan China Railway International senilai Rp3 triliun. Sementara, 75 persen sisanya berasal dari pinjaman atau utang.
Baca Juga: Kereta Cepat Beroperasi Tahun Depan, Bocoran Harga Tiket Rp150.000-Rp350.000
Hanya saja, persentase pinjaman yang dibutuhkan untuk menambal pembengkakan biaya mega proyek tersebut belum diketahui. Artinya, pinjaman akan disesuaikan dengan total cost overrun yang masih dalam tahap audit BPKP.
Arya menyebut saat ini Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) masih melakukan review atau tinjauan atas cost overrun yang dimaksud. "Sebesar Rp4 triliun di konsorsium BUMN Indonesia Rp3 triliun BUMN China. Sisanya loan dari KCJB. Nunggu masih dari BPKP," ungkap Arya.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan bahwa PSBI akan menambal pembengkakan biaya sebesar Rp4 triliun, sedangkan China Railway International senilai Rp3 triliun. Sementara, 75 persen sisanya berasal dari pinjaman atau utang.
Baca Juga: Kereta Cepat Beroperasi Tahun Depan, Bocoran Harga Tiket Rp150.000-Rp350.000
Hanya saja, persentase pinjaman yang dibutuhkan untuk menambal pembengkakan biaya mega proyek tersebut belum diketahui. Artinya, pinjaman akan disesuaikan dengan total cost overrun yang masih dalam tahap audit BPKP.
Arya menyebut saat ini Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) masih melakukan review atau tinjauan atas cost overrun yang dimaksud. "Sebesar Rp4 triliun di konsorsium BUMN Indonesia Rp3 triliun BUMN China. Sisanya loan dari KCJB. Nunggu masih dari BPKP," ungkap Arya.
(nng)
Lihat Juga :