Mengungkap Fakta-fakta Alternatif Eropa Jika Rusia Matikan Pasokan Gas Selamanya

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 09:44 WIB
loading...
A A A
Diketahui pipa Nord Stream 1 dan Nord Stream 2 yang dibangun untuk memasok gas Rusia ke Eropa melalui Jerman, mengalami kerusakan akibat ledakan, dimana perbaikannya membutuhkan waktu yang lebih lama. Sebelumnya Jerman menghentikan sertifikasi pipa gas Nord Stream 2 dari Rusia karena perang Ukraina sehingga belum pernah beroperasi.

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengusulkan pada bulan Oktober untuk membangun pusat gas di Turki sebagai rute pasokan alternatif, sebuah rencana yang didukung oleh Presiden Turki Tayyip Erdogan.

Rusia juga mengatakan, dapat memompa gas melalui jalur Nord Stream 2 yang tidak ada kerusakan, tetapi Jerman belum menyetujui hal ini.

Pemasok Alternatif Eropa?

Beberapa negara memiliki opsi pasokan alternatif dan jaringan gas yang terhubung ke Eropa sehingga pasokan dapat dibagi, meskipun pasar gas global sangat ketat bahkan sebelum perang Ukraina.

Jerman, sebagai konsumen gas Rusia terbesar di Eropa dapat mengimpor gas dari Inggris, Denmark, Norwegia, dan Belanda melalui pipa.

Norwegia yang menjadi pemasok gas terbesar kedua untuk Eropa di belakang Rusia, telah meningkatkan produksi untuk membantu Uni Eropa menuju targetnya mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil Rusia pada tahun 2027.

Centrica Inggris telah menandatangani kesepakatan dengan Equinor Norwegia untuk pasokan tambahan selama tiga musim dingin ke depan. Inggris sudah tidak lagi bergantung pada gas Rusia dan juga dapat mengekspor ke Eropa melalui jaringan pipa.

Eropa bagian Selatan dapat menerima gas Azeri melalui Pipa Trans Adriatik ke Italia dan Pipa Gas Alam Trans-Anatolia (TANAP) melalui Turki. Impor gas alam cair (LNG) ke Eropa telah meningkat dari produsen seperti Amerika Serikat (AS), Qatar dan negara-negara lain.

Tetapi gangguan yang tidak direncanakan di negara-negara tersebut terkait dengan kapasitas produksi, insiden, dan bahaya iklim dapat menekan pasokan.

Terminal LNG Eropa juga memiliki kapasitas terbatas untuk impor tambahan dan penambahan kapal yang membawa LNG tidak dapat mengamankan slot untuk menurunkan kargo mereka. Kapal-kapal itu mungkin mulai mencari pelabuhan alternatif di luar Eropa jika simpanan tetap ada.

Jerman termasuk di antara beberapa negara yang ingin membangun terminal LNG baru. Ekonomi terbesar di Eropa itu berencana membangun lima.

Polandia, yang bergantung pada Rusia untuk sekitar 50% dari konsumsi gasnya atau sekitar 10 bcm, mengatakan dapat memperoleh gas melalui dua linknya terkait dengan Jerman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Banjir Tapanuli Tengah...
Banjir Tapanuli Tengah Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
The Championships Wimbledon...
The Championships Wimbledon 2026 Tengah Berlangsung, Nonton Live Streaming di VISION+
Kapolri Akui Polri Belum...
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Janji Terima Semua Kritik dan Masukan
Berita Terkini
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved