Apakah Reksa Dana Bisa Menjadi Pilihan Saat Resesi 2023?

Senin, 24 Oktober 2022 - 16:21 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Pejabat hingga Pengusaha Waspada, Sinyal Resesi Kian Nyata

Beberapa instrumen investasi tersebut memiliki keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. Tetapi jika ingin investasi dan tidak mempunyai banyak waktu, reksa dana bisa menjadi salah satu opsi investasi.

Reksa dana memiliki beberapa pilihan yaitu reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Dari beberapa pilihan tersebut terdapat keuntungan dan risiko yang berbeda, pasar uang memiliki risiko yang paling rendah sementara saham memiliki risiko yang paling tinggi.

Dalam memilih reksa dana yang perlu diperhatikan adalah dengan mengenali profil risiko dan jangka waktu investasi yang akan dipilih.

Baca juga: Microsoft Mulai PHK 1.000 Karyawan, Dampak Resesi di Amerika?

Namun untuk menghadapi resesi ekonomi, nasabah bisa membeli produk reksa dana pasar uang milik MNC Asset Management yaitu MNC Dana Lancar dengan performance 3,92% p.a ataupun MNC Dana Syariah Barokah 3,62% p.a berdasarkan NAB per tanggal 21 Oktober 2022.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Periode Penting dalam Investasi Waran Terstruktur
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Rekomendasi
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Donald Trump Bisa Menjadi...
Donald Trump Bisa Menjadi Presiden Pertama AS yang Dipenjara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved