Sukses Salurkan BLT BBM di 37 Provinsi, PT Pos Indonesia Buktikan Amanah dan Terpercaya
Senin, 24 Oktober 2022 - 18:42 WIB
loading...
A
A
A
Menjelang penyaluran BLT BBM tahap 2, Haris mengungkapkan Pos Indonesia telah menyiapkan sejumlah strategi agar penyaluran berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. “Kita banyak sekali pelajaran dari penyaluran tahap 1,” katanya.
(Baca juga:Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia)
Terkait dengan jangkauan KPM di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), Pos Indonesia memiliki pengalaman, di antaranya beberapa pulau butuh waktu khusus karena lokasi yang jauh, terkendala jadwal reguler transportasi, dan faktor cuaca. “Kami melakukan evaluasi dan perbaikan agar ke depan dapat menyelesaikan tepat waktu, yaitu penyaluran di daerah 3T dilakukan lebih dulu, berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk peminjaman fasilitas kapal menuju pulau lokasi KPM, berkoordinasi dengan tokoh masyarakat atau tokoh agama setempat,” katanya.
Tak hanya itu, untuk mempercepat proses penyaluran BLT BBM, Pos Indonesia juga menambah jumlah petugas juru bayar. “Menambah petugas menjadi strategi untuk mengejar pembayaran tepat waktu. Kami menggunakan bantuan tenaga mahasiswa, pemuda Karang Taruna setempat, dan kelompok masyarakat tertentu,” tuturnya.
(Baca juga:Jelang Penyaluran BLT BBM Tahap II, PT Pos Indonesia Siapkan Strategi Khusus)
Selain dipercaya Kemensos menyalurkan BLT BBM, Pos Indonesia juga siap menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). “Kami dipercaya Kemenaker menyaluran BSU kepada 3,7 juta penerima. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Kemenaker terkait juknis penyaluran, karena memang berbeda dengan penyaluran BLT BBM maupun bansos sembako. Kami akan berkoordinasi dengan perusahaan tempat penerima bekerja,” ujar Haris.
Kehadiran Pos Indonesia sebagai mitra Kemenaker dalam menyalurkan BSU menambah nilai kompetensi Pos Indonesia di bidang jasa keuangan. “BSU ini menambah kapabilitas kami. Kami punya kompetensi mengantarkan hingga ke pelosok, punya kompetensi melayani jasa keuangan masyarakat khususnya masyarakat desa,” katanya.
(Baca juga:Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia)
Terkait dengan jangkauan KPM di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), Pos Indonesia memiliki pengalaman, di antaranya beberapa pulau butuh waktu khusus karena lokasi yang jauh, terkendala jadwal reguler transportasi, dan faktor cuaca. “Kami melakukan evaluasi dan perbaikan agar ke depan dapat menyelesaikan tepat waktu, yaitu penyaluran di daerah 3T dilakukan lebih dulu, berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk peminjaman fasilitas kapal menuju pulau lokasi KPM, berkoordinasi dengan tokoh masyarakat atau tokoh agama setempat,” katanya.
Tak hanya itu, untuk mempercepat proses penyaluran BLT BBM, Pos Indonesia juga menambah jumlah petugas juru bayar. “Menambah petugas menjadi strategi untuk mengejar pembayaran tepat waktu. Kami menggunakan bantuan tenaga mahasiswa, pemuda Karang Taruna setempat, dan kelompok masyarakat tertentu,” tuturnya.
(Baca juga:Jelang Penyaluran BLT BBM Tahap II, PT Pos Indonesia Siapkan Strategi Khusus)
Selain dipercaya Kemensos menyalurkan BLT BBM, Pos Indonesia juga siap menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). “Kami dipercaya Kemenaker menyaluran BSU kepada 3,7 juta penerima. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Kemenaker terkait juknis penyaluran, karena memang berbeda dengan penyaluran BLT BBM maupun bansos sembako. Kami akan berkoordinasi dengan perusahaan tempat penerima bekerja,” ujar Haris.
Kehadiran Pos Indonesia sebagai mitra Kemenaker dalam menyalurkan BSU menambah nilai kompetensi Pos Indonesia di bidang jasa keuangan. “BSU ini menambah kapabilitas kami. Kami punya kompetensi mengantarkan hingga ke pelosok, punya kompetensi melayani jasa keuangan masyarakat khususnya masyarakat desa,” katanya.
Lihat Juga :