5 Daerah Gaji UMR Tertinggi di Indonesia, Ini Urutannya
Senin, 24 Oktober 2022 - 21:00 WIB
loading...
5 daerah dengan gaji UMR tertinggi di Indonesia. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Upah Minimum Regional (UMR) merupakan standar nilai yang digunakan oleh perusahaan atau pemilik bisnis untuk menentukan upah atau gaji para pekerjanya.
Dengan dibentuknya UMR ini memiliki tujuan agar hak para pekerja memiliki gaji yang sesuai dengan beban, tanggung jawab dan posisi yang mereka lakukan. UMR terdiri dari gaji pokok yang tergabung dari tunjangan tetap.
Nilai UMR selalu ditinjau setiap 2 tahun sekali. Ada 2 jenis UMR, yaitu upah minimum berdasarkan kabupaten/kota atau dikenal dengan UMK dan upah minimum berdasarkan Provinsi atau UMP. Namun, dikalangan masyarakat, UMR lebih sering digunakan. Nilai UMR tentunya tidak asal ditetapkan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, di antaranya:
1. Kebutuhan para pekerja
2. Indeks Harga Konsumen (IHK)
3. Perkembangan Perusahaan
4. Gaji yang sudah berlaku di wilayah tertentu
5. Kondisi dalam pasar kerja
6. Tingkat perkembangan ekonomi dan pendapatan per kapita.
Baca Juga: Tuntut Upah Buruh Naik, Said Iqbal Sebut Ancaman Resesi Masih Jauh dari Indonesia
Penetapan nilai UMR biasanya ditetapkan bersadarkan perhitungan yang telah dilakukan oleh Dewan Pengupahan Daerah atau DPD. Dalam hal ini, DPD melalui tim surveinya turun ke lapangan untuk mencari tahu harga kebutuhan pokok para pekerja. Kemudian data hasil survei tersebut akan diolah dan menjadi perwakilan untuk pertimbangan nilai UMR kedepannya.
Dengan dibentuknya UMR ini memiliki tujuan agar hak para pekerja memiliki gaji yang sesuai dengan beban, tanggung jawab dan posisi yang mereka lakukan. UMR terdiri dari gaji pokok yang tergabung dari tunjangan tetap.
Nilai UMR selalu ditinjau setiap 2 tahun sekali. Ada 2 jenis UMR, yaitu upah minimum berdasarkan kabupaten/kota atau dikenal dengan UMK dan upah minimum berdasarkan Provinsi atau UMP. Namun, dikalangan masyarakat, UMR lebih sering digunakan. Nilai UMR tentunya tidak asal ditetapkan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, di antaranya:
1. Kebutuhan para pekerja
2. Indeks Harga Konsumen (IHK)
3. Perkembangan Perusahaan
4. Gaji yang sudah berlaku di wilayah tertentu
5. Kondisi dalam pasar kerja
6. Tingkat perkembangan ekonomi dan pendapatan per kapita.
Baca Juga: Tuntut Upah Buruh Naik, Said Iqbal Sebut Ancaman Resesi Masih Jauh dari Indonesia
Penetapan nilai UMR biasanya ditetapkan bersadarkan perhitungan yang telah dilakukan oleh Dewan Pengupahan Daerah atau DPD. Dalam hal ini, DPD melalui tim surveinya turun ke lapangan untuk mencari tahu harga kebutuhan pokok para pekerja. Kemudian data hasil survei tersebut akan diolah dan menjadi perwakilan untuk pertimbangan nilai UMR kedepannya.
Lihat Juga :