Ekonom Sebut RI Punya Modal Besar untuk Bisa Bertahan dari Badai Resesi Global

Selasa, 25 Oktober 2022 - 16:36 WIB
loading...
Ekonom Sebut RI Punya...
Indonesia merupakan salah satu negara yang diprediksi dapat bertahan di masa resesi mendatang. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Resesi menjadi ancaman bagi banyak negara di dunia. Bayangan ekonomi global yang gelap di tahun mendatang harus diantisipasi.

Lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional atau IMF juga mengingatkan bahwa ada peningkatan potensi risiko terjadinya resesi.

Terkait Indonesia, pada pertengahan Juli 2022 lalu IMF menyatakan bahwa ekonomi Indonesia relatif aman dari jurang resesi.

Hal itu dilihat dari berbagai sisi kinerja ekonomi, pertumbuhan, neraca pembayaran yang mengalami surplus perdagangan selama 26 bulan berturut-turut, dan inflasi yang berada di bawah 5%.

Senada, Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang dapat bertahan di masa resesi mendatang.

Hal tersebut dikarenakan kondisi perekonomian sedang dalam kondisi yang baik, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mencapai angka 5,44%.

"Bahkan di tahun 2023 ketika gelombang resesi dan stagnansi, kita akan bertahan. Kita termasuk salah satu dari sedikit negara yang bisa bertahan menghadapi resesi global," ujarnya dalam Market Review IDXChannel, Selasa (25/10/2022).

Baca juga: Ini Ancang-ancang untuk Perbankan agar Tak Terjengkang Saat Resesi Datang

Meski demikian, Piter mengungkapkan apa yang disebutkan oleh sejumlah pejabat negara tentang kondisi di masa mendatang terkait asanya badai besar atau perfect strom yang akan menghantam perekonomian dunia adalah hal wajar.

"Kita memang harus waspada, tetapi kita tidak perlu panik karena sesungguhnya kondisi Indonesia pada saat ini menunjukkan kondisi stabil dan kuat," tuturnya.

Lebih lanjut Piter menjelaskan faktor-faktor yang membuat Indonesia dapat bertahan dari ancaman resesi. Berkaca dari pengalaman selama pandemi, kata dia, Indonesia merupakan salah satu negara yang mampu bertahan.

"Modal besar kita itu mampu bertahan dari pandemi, di mana struktur ekonomi kita tidak rusak akibat pandemi. Kita tahu bahwa selama pandemi pemerintah banyak memberikan bantuan kepada dunia usaha. Sehingga, banyak dunia usaha yang bertahan dan dapat bangkit lebih cepat," bebernya.

Baca juga: 28 Negara Antre Jadi Pasien IMF, Wapres: Mudah-mudahan Indonesia Tidak

Dia melanjutkan, tingginya harga komoditas di pasar global juga mampu membuat Indonesia bertahan dalam kondisi saat ini.

"Karena kita bukan negara yang bergantung kepada sektor manufaktur dengan pasar global. Ekspor kita lebih ke barang komoditas yang justru mengalami kenaikan harga yang tinggi dan itu justru menguntungkan," tukasnya.



Selanjutnya, faktor lainnya yang dapat membuat Indonesia bertahan adalah lantaran perekonomian Indonesia lebih banyak ditopang oleh perekonomian domestik serta tingkat investasi di Indonesia yang juga baik.

"Kontribusi yang hampir 60% dari perekonomian domestik tersebut yang juga dapat membuat Indonesia bertahan dalam kondisi saat ini," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Rekomendasi
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Berita Terkini
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Infografis
Kopi Penyumbang Devisa...
Kopi Penyumbang Devisa Terbesar untuk RI dari Bidang Pertanian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved