Amazon dengan Senang Hati Bantu Indonesia Bikin Harga Energi Terbarukan Lebih Terjangkau

Selasa, 25 Oktober 2022 - 16:52 WIB
loading...
Amazon dengan Senang...
Dalam SOE International Conference yang digelar Kementerian BUMN, Amazon Web Services (AWS) dengan senang hati membantu Indonesia untuk membuat harga energi terbarukan menjadi lebih terjangkau. Foto/Dok
A A A
NUSA DUA - Kementerian BUMN melaksanakan kegiatan SOE International Conference sebagai komitmen pemerintah untuk mendukung implementasi aspek Environment, Social, and Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di sektor kesehatan, inklusi keuangan, transformasi digital, dan transisi energi .

Baca Juga: Memaksimalkan Penggunaan Energi Terbarukan

Kegiatan ini menghadirkan investor dan narasumber yang akan berbicara dalam panel diskusi. Salah satunya adalah APAC Head of Energy and Environment Policy for Amazon Web Services (AWS) di Asia Pasifik dan Jepang, Ken Haig yang menjadi pembicara pada SOE Conference International dengan tema "Energy Transition and Green Development for Sustainable Growth".

Dia menjelaskan, bahwa Amazon berkomitmen dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Untuk itu, pada 2019 Amazon mendirikan The Climate Pledge yang merupakan wujud komitmen dalam mencapai emisi net zero di bisnis pada 2040.

“Sebagai bagian dari The Climate Pledge, kami juga menargetkan untuk menjalankan semua operasi kami dengan menggunakan 100 persen energi terbarukan pada 2025. Kami akan dengan senang hati membantu Indonesia untuk membuat harga energi terbarukan menjadi lebih terjangkau,” jelas Ken dalam SOE International Conference di Nusa Dua Bali.

Dia melanjutkan, bisnis komputasi Amazon ini juga berkomitmen untuk mendorong net zero emission, bahkan lebih cepat sepuluh tahun dari target di Paris Agreement, yakni menjadi tahun 2040.

"Kami ingin mencapai karbon bersih pada 2040 dan kami juga mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama," jelaskan.

Menurut Ken, dalam dua tahun terakhir ini AWS sudah bekerja sama dengan 300 perusahaan dari 50 industri berbeda di seluruh dunia, dan lebih dari 30 negara di seluruh dunia menetapkan tujuan yang sama demi mencapai emisi rendah karbon. Ia pun menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mengurangi emisi karbon.

"Dan kami rass semua harus bekerja untuk mencapainya secara kolaboratif. Posisi kami sebagai konsumen energi, tetapi atas nama pelanggan, kami siap membantu berinvestasi dalam teknologi dekarbonisasi untuk jaringan listrik, termasuk di negara tempat kami bekerja," tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN mendorong proses dekarbonisasi, proses penggantian bahan bakar fosil dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, sebagai salah satu cara dalam melakukan transisi energi, menjadi lompatan besar bagi BUMN untuk bisa merealisasikan ketahanan dan kemandirian energi.

Baca Juga: Keliki, Bali: Desa Energi Berdikari Pertamina Berbasis Energi Terbarukan

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, melonjaknya harga minyak dunia menjadi salah satu alasan untuk tidak menunda transisi energi. BUMN harus mulai mengembangkan sumber energi bersih dibandingkan membangun pembangkit listrik tenaga fosil.

“Transisi energi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari karena Indonesia sudah menetapkan target mencapai emisi net zero pada 2060 dan pengurangan emisi 32 persen pada 2030. Ada banyak cara yang dapat dilakukan BUMN dalam melakukan dekarbonisasi, salah satunya bersinergi dengan sejumlah pihak. Bagaimana BUMN mengembangkan portofolio untuk mengurangi emisi karbon, bisa secara individu atau sinergi dengan ekosistem BUMN,” ujar Pahala.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
GEM Perkuat Standar...
GEM Perkuat Standar K3 dan APD demi Keselamatan Pekerja
MSP Targetkan Penggunaan...
MSP Targetkan Penggunaan Energi Terbarukan 100% di Fasilitas Smelter
PLN Enjiniring Integrasikan...
PLN Enjiniring Integrasikan CSR dengan Strategi Transisi Energi Nasional
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
IISM Dorong Transisi...
IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat
Rekomendasi
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved