Waspadai Ragam Kejahatan Siber agar Aman Bertransaksi di Dunia Digital
Selasa, 25 Oktober 2022 - 22:12 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 10 Negara dengan Internet Tercepat, Ada Kepulauan Kecil di Laut Mediterania
Tak hanya phising dan doxing, ancaman kejahatan di internet juga mengintai lewat malware, yaitu perangkat lunak yang dirancang untuk mengontrol perangkat secara diam-diam. Tujuannya adalah untuk mencuri informasi pribadi ataupun uang si pemilik perangkat.
Lalu, ada pula scam yang merupakan bentuk penipuan melalui aplikasi pesan, telepon, dan e-mail dengan tujuan mengincar uang milik korban.
Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya Meithiana Indrasari menekankan bahwa dalam berinteraksi di internet, mengenal dengan seksama lawan komunikasi sangatlah penting.
Begitu pula dalam bertransaksi untuk keperluan belanja daring di lokapasar. Harus dipastikan penjual dan platform belanja daring adalah terpercaya.
“Tidak ada yang aman 100 % di dunia digital, yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan resikonya sekecil mungkin. Kemudian, selalu berpikir kritis atau tidak mudah percaya dengan semua yang diperoleh dari internet,” tandasnya.
Baca juga: Waspada, Ada 12 Juta Serangan Phising di Asia Tenggara Selama 2022
Tak hanya phising dan doxing, ancaman kejahatan di internet juga mengintai lewat malware, yaitu perangkat lunak yang dirancang untuk mengontrol perangkat secara diam-diam. Tujuannya adalah untuk mencuri informasi pribadi ataupun uang si pemilik perangkat.
Lalu, ada pula scam yang merupakan bentuk penipuan melalui aplikasi pesan, telepon, dan e-mail dengan tujuan mengincar uang milik korban.
Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya Meithiana Indrasari menekankan bahwa dalam berinteraksi di internet, mengenal dengan seksama lawan komunikasi sangatlah penting.
Begitu pula dalam bertransaksi untuk keperluan belanja daring di lokapasar. Harus dipastikan penjual dan platform belanja daring adalah terpercaya.
“Tidak ada yang aman 100 % di dunia digital, yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan resikonya sekecil mungkin. Kemudian, selalu berpikir kritis atau tidak mudah percaya dengan semua yang diperoleh dari internet,” tandasnya.
Baca juga: Waspada, Ada 12 Juta Serangan Phising di Asia Tenggara Selama 2022
Lihat Juga :