Resesi Mengancam, Ini Saran Pentolan Buruh Agar Tak Ada PHK Massal

Rabu, 26 Oktober 2022 - 14:45 WIB
loading...
Resesi Mengancam, Ini...
Sejumlah karyawan berjalan usai bekerja di Jakarta, Senin (24/10/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj
A A A
JAKARTA - Ancaman resesi global harus diantisipasi dan dimitigasi, termasuk potensi risiko terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan di perusahaan.

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan, pemerintah perlu memberikan sosialisasi kepada perusahaan mengenai ancaman resesi global.

Misalnya dengan memberi masukan opsi supaya perusahaan tidak langsung mengambil tindakan PHK massal karyawan jika terjadi penurunan produktivitas sebagai imbas penurunan konsumsi masyarakat.

Disadari salah satu konsekuensi dari adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi adalah menurunnya daya beli masyarakat. Namun jika perusahaan bisa mengatur skema kerja yang efisien, menurut Said, PHK massal bisa terhindarkan.

"Misalnya yang tadinya punya 3 shift dikurangi jadi 2 atau 1 shift, kalau itu diturunkan berarti biaya lain bisa dihemat," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Rabu (26/10/2022).

Baca juga: Microsoft Mulai PHK 1.000 Karyawan, Dampak Resesi di Amerika?

Ketika hal tersebut sudah diupayakan, langkah selanjutnya bisa ditempuh dengan merumahkan sementara karyawan, sehingga diharapkan tidak langsung mengambil keputusan PHK. "Selanjutnya bisa merumahkan sebagian karyawan, dengan itu cost bisa akan turun,” tukasnya.

Jika semua upaya bertahap tadi sudah dilakukan namun tidak membuahkan hasil, barulah PHK menjadi pilihan terakhir.

“Baru yang terakhir melakukan PHK dengan berunding dengan serikat buruh kalau upaya tadi sudah tidak bisa dilakukan. Jadi jangan langsung PHK, kita tidak setuju, dan jangan dicari-cari alasan," tandasnya.

Menurut dia, pemerintah perlu mengawasi hal tersebut, melihat kondisi dunia usaha dan memberikan arahan untuk tidak mengambil keputusan singkat untuk melakukan PHK karyawan.

"Menteri itu jangan provokator, terus ngomong ke rakyat bahwa siap-siap ada ancaman resesi, ini menteri apa provokator? Itu kan tugas menteri, bukan malah nyuruh rakyat untuk siap-siap," cetusnya.

Baca juga: Pengusaha Cemaskan Gelombang PHK Saat Resesi Global Datang di 2023

Sebelumnya, Wakil Presiden atau Wapres Ma’ruf Amin juga menyampaikan kabar kurang menggembirakan di akhir 2022 saat gelombang PHK menghantam sektor startup dan manufaktur.

Hal itu diungkapkan Wapres ketika memberikan sambutan secara daring pada acara Peresmian Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas dan Akselerasi Kemandirian BLK Komunitas Tahun 2022 secara virtual, Sabtu (23/10).



“Menjelang akhir 2022, kondisi ketenagakerjaan kita kurang menggembirakan karena adanya gelombang pemutusan hubungan kerja karyawan, khususnya di sektor start-up dan manufaktur, yang berdampak pada nasib ratusan ribu karyawan,” ungkap Wapres dikutip dari Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia, Senin (24/10/2022).
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Ancaman PHK 9.000 Karyawan...
Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja
Gelombang Badai PHK...
Gelombang Badai PHK Masih Marak, Klaim JHT dan JKP Naik Tajam
Pemerintah Bakal Umumkan...
Pemerintah Bakal Umumkan Aturan Outsourcing Hari Ini, KSPSI Spill Apa Isinya
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Rekomendasi
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Infografis
Pangeran William Lindungi...
Pangeran William Lindungi Putri Charlotte Agar Tak Bernasib seperti Harry
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved