Gelar Temu WNI di New York, Airlangga Bahas Isu KTT G20 hingga Demokrasi
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 07:55 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto gelar acara Temu Masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah New York City dan sekitarnya pada Rabu (26/10/2022) bertempat di Konsulat Jenderal RI, New York. FOTO/MNC Media
A
A
A
NEW YORK - Di sela-sela rangkaian kunjungan Kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Amerika Serikat (AS) telah diselenggarakan acara Temu Masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah New York City dan sekitarnya pada Rabu (26/10/2022) bertempat di Konsulat Jenderal RI, New York.
Situasi hangat dalam acara pertemuan mengimbangi cuaca yang semakin sejuk menjelang akhir musim gugur dan mendekati musim dingin di New York. Kehangatan itu juga ditimpali dengan suguhan masakan Indonesia seperti soto betawi, sate lilit, pisang goreng, dan wedang jahe. "Kunjungan kali ini bertujuan untuk menggalang dukungan Amerika Serikat terhadap Keketuaan Indonesia dalam G20," ungkap Menko Airlangga dalam sambutan pembuka.
Baca Juga: Terima Kunjungan Airlangga, Sekjen PBB Dukung Presidensi G20 Indonesia
Namun persiapan keketuaan Indonesia pada G-20 tidak menjadi satu-satunya pokok pembicaraan. Masyarakat Indonesia tertarik juga membahas berbagai topik lain termasuk situasi demokrasi di Indonesia. Iklim investasi, program unggulan bagi angkatan kerja, dan visi perdagangan Indonesia ke depan juga mendapat sorotan.
Situasi hangat dalam acara pertemuan mengimbangi cuaca yang semakin sejuk menjelang akhir musim gugur dan mendekati musim dingin di New York. Kehangatan itu juga ditimpali dengan suguhan masakan Indonesia seperti soto betawi, sate lilit, pisang goreng, dan wedang jahe. "Kunjungan kali ini bertujuan untuk menggalang dukungan Amerika Serikat terhadap Keketuaan Indonesia dalam G20," ungkap Menko Airlangga dalam sambutan pembuka.
Baca Juga: Terima Kunjungan Airlangga, Sekjen PBB Dukung Presidensi G20 Indonesia
Namun persiapan keketuaan Indonesia pada G-20 tidak menjadi satu-satunya pokok pembicaraan. Masyarakat Indonesia tertarik juga membahas berbagai topik lain termasuk situasi demokrasi di Indonesia. Iklim investasi, program unggulan bagi angkatan kerja, dan visi perdagangan Indonesia ke depan juga mendapat sorotan.

Lihat Juga :