RI-Bangladesh Sepakati Kerja Sama Dagang Rp4,53 Triliun
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 21:06 WIB
loading...
A
A
A
Kesepakatan pembelian gas ini nantinya dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pembangunan instalasi gas di Bangladesh dimana perusahaan Indonesia mempunyai pengalaman dan kemampuan dalam hal tersebut.
Forum Bisnis dan Business Matching dilaksanakan untuk mempertemukan 28 pengusaha Bangladesh dengan calon mitra dari Indonesia. Forum ini juga dimanfaatkan KBRI Dhaka untuk menjaring para pengusaha Indonesia yang berminat mengembangkan ekspor ke Bangladesh. Lebih dari 50 pengusaha Indonesia hadir dalam acara ini dan memulai saling mengenal serta penjajakan dengan para pengusaha Bangladesh.
"Kami ingin membuktikan bahwa Bangladesh dan Nepal, yang merupakan target pasar non-tradisional Indonesia, justru memiliki potensi dan peluang besar bagi komoditas dan produk Indonesia. Apalagi saat ini Bangladesh merupakan salah satu negara di kawasan Asia Selatan yang perekonomiannya tumbuh pesat meski di tengah pandemi Covid-19," ujar Dubes RI untuk Bangladesh dan Nepal, Heru Hartanto Subolo melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/10/2022).
"Bangladesh direncanakan/ditargetkan lulus dari predikat Least Developed Country” oleh UN, untuk naik status menjadi Negara Berkembang pada tahun 2026," imbuhnya.
Baca Juga: Tindaklanjuti Kerjasama Militer, Prabowo Sambangi Turki
Paska TEI 2022, KBRI Dhaka juga mempertemukan pengusaha Bangladesh yang perusahaannya (Powervision Group) dipercaya pemerintah Bangladesh sebagai salah satu perusahaan untuk peremajaan bis transportasi umum dengan dua perusahaan karoseri bis PT New Armada di Magelang dan CV Laksana di Semarang.
Forum Bisnis dan Business Matching dilaksanakan untuk mempertemukan 28 pengusaha Bangladesh dengan calon mitra dari Indonesia. Forum ini juga dimanfaatkan KBRI Dhaka untuk menjaring para pengusaha Indonesia yang berminat mengembangkan ekspor ke Bangladesh. Lebih dari 50 pengusaha Indonesia hadir dalam acara ini dan memulai saling mengenal serta penjajakan dengan para pengusaha Bangladesh.
"Kami ingin membuktikan bahwa Bangladesh dan Nepal, yang merupakan target pasar non-tradisional Indonesia, justru memiliki potensi dan peluang besar bagi komoditas dan produk Indonesia. Apalagi saat ini Bangladesh merupakan salah satu negara di kawasan Asia Selatan yang perekonomiannya tumbuh pesat meski di tengah pandemi Covid-19," ujar Dubes RI untuk Bangladesh dan Nepal, Heru Hartanto Subolo melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/10/2022).
"Bangladesh direncanakan/ditargetkan lulus dari predikat Least Developed Country” oleh UN, untuk naik status menjadi Negara Berkembang pada tahun 2026," imbuhnya.
Baca Juga: Tindaklanjuti Kerjasama Militer, Prabowo Sambangi Turki
Paska TEI 2022, KBRI Dhaka juga mempertemukan pengusaha Bangladesh yang perusahaannya (Powervision Group) dipercaya pemerintah Bangladesh sebagai salah satu perusahaan untuk peremajaan bis transportasi umum dengan dua perusahaan karoseri bis PT New Armada di Magelang dan CV Laksana di Semarang.
Lihat Juga :