India Pesta Minyak Rusia, Impor dari Timur Tengah Jatuh ke Level Terendah

Minggu, 30 Oktober 2022 - 11:45 WIB
loading...
India Pesta Minyak Rusia,...
India pesta minyak Rusia usai kiriman dari Moskow mencetak rebound, sementara impor dari Timur Tengah (Timteng) turun ke level terendah 19 bulan pada bulan September 2022. Foto/Dok Reuters
A A A
NEW DELHIIHI - India pesta minyak Rusia usai kiriman dari Moskow mencetak rebound, sementara impor dari Timur Tengah (Timteng) turun ke level terendah 19 bulan pada bulan September 2022. Peningkatan kembali aliran minyak dari Rusia terjadi di tengah adanya penghentian penyulingan minyak akibat adanya pemeliharaan hingga menekan impor minyak mentah secara keseluruhan.

Baca Juga: Minyak Diskon Rusia Sulit Ditandingi, Iran Ikutan Pangkas Harga Demi China

Irak tetap menjadi pemasok utama minyak ke India, sementara Rusia menyalip Arab Saudi sebagai yang terbesar kedua setelah jeda sebulan, seperti ditunjukkan data resmi perdagangan dan pengiriman.

Total impor minyak India pada September 2022 tercatat turun ke level terendah 14 bulan di posisi 3,91 juta barel per hari (bpd). Angka itu turun 5,6% dari tahun sebelumnya, imbas pemeliharaan di penyulingan seperti Reliance Industries dan Indian Oil Corp.

Baca Juga: Minyak Rusia Membanjiri Pelabuhan Asia, Menumpuk di Lepas Pantai Singapura dan Malaysia

Sementara itu impor minyak India dari Timur Tengah turun menjadi sekitar 2,2 juta bpd, atau lebih rendah 16,2% dari Agustus. Sedangkan impor dari Rusia meningkat 4,6% menjadi sekitar 896.000 bpd setelah turun dalam dua bulan terakhir.

Dilansir Reuters, Pangsa Rusia atas impor minyak India melonjak ke level tertinggi sepanjang masa sebesar 23% dari 19% pada bulan sebelumnya, sementara bagian Timur Tengah turun menjadi 56,4% dari 59%. Sedangkan pangsa minyak Laut Kaspia, terutama dari Kazakhstan, Rusia dan Azerbaijan, naik menjadi 28% dari 24,6%.

India sendiri telah muncul sebagai pembeli minyak terbesar kedua Rusia setelah China, mengambil keuntungan dari harga diskon karena beberapa entitas Barat menghindari pembelian sebagai respons atas invasi Moskow ke Ukraina.

"Diskon minyak Rusia telah sedikit berkurang saat ini, tetapi ketika Anda membandingkan biaya dengan kelas lain seperti yang berasal dari Timur Tengah, minyak Rusia ternyata lebih murah," kata seorang sumber di salah satu penyuling negara India.

Impor untuk Arab Saudi turun ke level terendah tiga bulan atau sekitar 758.000 bpd, tercatat mengalami penyusutan sebesar 12,3% dibandingkan Agustus. Untuk impor dari Irak juga anjlok ke posisi 948.400 bpd, untuk menyentuh level terendah dalam setahun.

Selanjutnya Impor dari Uni Emirat Arab (UEA) turun ke level terendah dalam 16 bulan atau di sekitar 262.000 bpd.

Asupan minyak Laut Kaspia yang lebih tinggi telah memukul pasar wilayah lain dalam hal impor India pada periode bulan April-September, paruh pertama tahun fiskal. Ditambah juga memotong pangsa pasar OPEC untuk importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia ke level terendah yang pernah ada.

Pada paruh pertama tahun fiskal, penyuling India juga mengurangi pembelian minyak Afrika, sebagian besar dibeli dari pasar spot. Namun, pasokan dari Timur Tengah naik dari basis rendah tahun lalu ketika gelombang kedua virus corona memangkas permintaan bahan bakar.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Rekomendasi
Bupati dan Sekda Kuansing...
Bupati dan Sekda Kuansing Kenakan Rompi Oranye usai Serahkan Diri ke KPK
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Berita Terkini
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Infografis
Konspirasi Loloskan...
Konspirasi Loloskan Negara Timur Tengah ke Piala Dunia 2026 Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved