HMSP: Komitmen Investasi Jangka Panjang, Keberlanjutan, dan Penciptaan Nilai Ekonomi di Tengah Tantangan
Selasa, 01 November 2022 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
“Sejak 2020, profitabilitas kami sangat terdampak oleh kenaikan cukai dua digit, dan melebarnya kesenjangan cukai. Ditambah dengan adanya penurunan daya beli yang mengakibatkan significant downgrading pada konsumen,” katanya.
Sampoerna juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,9 triliun hingga kuartal III-2022 atau turun 11,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. “Penurunan laba bersih disebabkan karena Perseroan tidak dapat meneruskan sepenuhnya beban cukai yang meningkat kepada konsumen,” ujar Vassilis.
![HMSP: Komitmen Investasi Jangka Panjang, Keberlanjutan, dan Penciptaan Nilai Ekonomi di Tengah Tantangan]()
Topline Performance Sampoerna (HMSP) pada kuartal III-2022.
Meski begitu, kini profitabilitas Sampoerna telah menunjukkan indikasi kestabilan dan mengalami pemulihan secara bertahap. Pihaknya berharap, kebijakan fiskal mendukung jarak cukai yang berkelanjutan dan investasi pelaku industri Golongan 1. Instrumen ini dinilai berdampak langsung pada serapan tenaga kerja, penerimaan negara, serta menjaga keseimbangan nilai untuk keseluruhan mata rantai ekosistem IHT.
Sebagai salah satu pelaku usaha hasil tembakau terbesar di Indonesia dengan dampak ekonomi signifikan dalam mata rantai industri, Sampoerna terus memperkuat peran dan kontribusinya untuk Indonesia melalui investasi jangka panjang yang mencapai 6,1 miliar Dolar AS untuk mendukung pemerintah dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Investasi kami di Indonesia menunjukkan kepercayaan Sampoerna terhadap iklim investasi dan perekonomian Indonesia. Kami berharap investasi yang berkelanjutan dapat menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia, termasuk penciptaan lapangan pekerjaan yang baru,” tuturnya.
Sampoerna juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,9 triliun hingga kuartal III-2022 atau turun 11,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. “Penurunan laba bersih disebabkan karena Perseroan tidak dapat meneruskan sepenuhnya beban cukai yang meningkat kepada konsumen,” ujar Vassilis.

Topline Performance Sampoerna (HMSP) pada kuartal III-2022.
Meski begitu, kini profitabilitas Sampoerna telah menunjukkan indikasi kestabilan dan mengalami pemulihan secara bertahap. Pihaknya berharap, kebijakan fiskal mendukung jarak cukai yang berkelanjutan dan investasi pelaku industri Golongan 1. Instrumen ini dinilai berdampak langsung pada serapan tenaga kerja, penerimaan negara, serta menjaga keseimbangan nilai untuk keseluruhan mata rantai ekosistem IHT.
Sebagai salah satu pelaku usaha hasil tembakau terbesar di Indonesia dengan dampak ekonomi signifikan dalam mata rantai industri, Sampoerna terus memperkuat peran dan kontribusinya untuk Indonesia melalui investasi jangka panjang yang mencapai 6,1 miliar Dolar AS untuk mendukung pemerintah dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Investasi kami di Indonesia menunjukkan kepercayaan Sampoerna terhadap iklim investasi dan perekonomian Indonesia. Kami berharap investasi yang berkelanjutan dapat menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia, termasuk penciptaan lapangan pekerjaan yang baru,” tuturnya.
Lihat Juga :