Stabilitas Rupiah Terjaga, Menkeu: Lebih Baik dari Rupee, Ringgit dan Baht
Kamis, 03 November 2022 - 13:45 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto/MPI/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga di tengah tren penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama atau kerap disebut sebagai DXY mencapai level tertinggi dalam dua dekade terakhir, yaitu di level 114,76 pada 28 September 2022. Sementara itu, nilai tukar rupiah hingga 31 Oktober 2022 terdepresiasi 8,62% year-to-date (ytd).
"Hal ini masih relatif lebih baik dibandingkan depresiasi berbagai mata uang sejumlah negara berkembang lainnya,” kata Menkeu dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2022 secara virtual di Jakarta, Kamis (3/11/2022).
Dia menyontohkan rupee India terdepresiasi 10,2%, ringgit Malaysia terdepresiasi 11,86%, dan baht Thailand yang terdepresiasi cukup dalam yaitu 12,23%.
Menurut Menkeu, terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah ini juga konsisten dengan persepsi terhadap prospek perekonomian Indonesia yang masih tetap positif.
Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama atau kerap disebut sebagai DXY mencapai level tertinggi dalam dua dekade terakhir, yaitu di level 114,76 pada 28 September 2022. Sementara itu, nilai tukar rupiah hingga 31 Oktober 2022 terdepresiasi 8,62% year-to-date (ytd).
"Hal ini masih relatif lebih baik dibandingkan depresiasi berbagai mata uang sejumlah negara berkembang lainnya,” kata Menkeu dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2022 secara virtual di Jakarta, Kamis (3/11/2022).
Dia menyontohkan rupee India terdepresiasi 10,2%, ringgit Malaysia terdepresiasi 11,86%, dan baht Thailand yang terdepresiasi cukup dalam yaitu 12,23%.
Menurut Menkeu, terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah ini juga konsisten dengan persepsi terhadap prospek perekonomian Indonesia yang masih tetap positif.
Lihat Juga :