Bubble Digital dan Resesi Momentum Indonesia Jadi Episentrum Pertumbuhan
Kamis, 03 November 2022 - 12:30 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Investasi perusahaan teknologi digital yang terus menurun ditambah kemelut resesi global yang diprediksi terjadi tahun depan tidak membuat Indonesia dan kawasan ASEAN kehilangan momentum pertumbuhan . Pasalnya, kondisi itu merupakan konsekuensi wajar dari situasi global hari ini, tetapi katalis pertumbuhan masih cukup banyak untuk Indonesia dan Asean.
Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady mengatakan saat ini bubble startup sebagai fenomena wajar agar aliran investasi seiring sejalan dengan pengembangan pasar secara riil. Singkatnya, fenomena ini akan menguji sekian banyak perusahaan teknologi digital yang relevan bagi pasar, serta memvalidasi valuasi.
Hal tersebut akan memberikan imbas positif bagi berbagai inovasi dan solusi bagi masyarakat menyongsong era digital lebih lanjut ke depan. Sementara terkait dengan potensi resesi yang menjelang, John menilai kondisi Indonesia dan kawasan Asean masih memiliki kekuatan guna meredam dampak terburuknya. Sewaktu perdagangan internasioal lesu akibat kontraksi perekonomian yang terjadi di negara-negara besar, Indonesia dan negara kawasan Asean masih bisa mengandalkan pasar domestik maupun regional.
"Persoalan utama memang masih menghantui, seperti terganggunya rantai pasok global, berimbas kepada aliran bahan baku maupun sektor energi. Namun dari perkiraan berbagai lembaga global, Indonesia dan kawasan Asean masih jauh lebih baik," ujarnya dalam pernyataannya, Kamis (3/11/2022).
Baca Juga: Banyak Masyarakat Berobat ke Luar Negeri, Devisa Rp100 Triliun Melayang
Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady mengatakan saat ini bubble startup sebagai fenomena wajar agar aliran investasi seiring sejalan dengan pengembangan pasar secara riil. Singkatnya, fenomena ini akan menguji sekian banyak perusahaan teknologi digital yang relevan bagi pasar, serta memvalidasi valuasi.
Hal tersebut akan memberikan imbas positif bagi berbagai inovasi dan solusi bagi masyarakat menyongsong era digital lebih lanjut ke depan. Sementara terkait dengan potensi resesi yang menjelang, John menilai kondisi Indonesia dan kawasan Asean masih memiliki kekuatan guna meredam dampak terburuknya. Sewaktu perdagangan internasioal lesu akibat kontraksi perekonomian yang terjadi di negara-negara besar, Indonesia dan negara kawasan Asean masih bisa mengandalkan pasar domestik maupun regional.
"Persoalan utama memang masih menghantui, seperti terganggunya rantai pasok global, berimbas kepada aliran bahan baku maupun sektor energi. Namun dari perkiraan berbagai lembaga global, Indonesia dan kawasan Asean masih jauh lebih baik," ujarnya dalam pernyataannya, Kamis (3/11/2022).
Baca Juga: Banyak Masyarakat Berobat ke Luar Negeri, Devisa Rp100 Triliun Melayang
Lihat Juga :