Harga Minyak Dunia Ngamuk, Gegara Aksi The Fed dan Covid China
Jum'at, 04 November 2022 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
Menambah kecemasan pasar, Bank of England memperingatkan pada Kamis kemarin (3/11) bahwa menurut mereka Inggris telah memasuki masa resesi dan ekonomi mereka dimungkinkan tidak akan tumbuh selama dua tahun lagi.
Berdasarkan pengamatan ANZ Research, terdapat tanda-tanda permintaan minyak yang lebih lemah di Eropa dan Amerika Serikat menyusul berkurangnya orang-orang yang mengemudi kendaraan.
Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga AS ke Level Tertinggi dalam 14 Tahun
Lebih jauh, kebijakan China yang tetap berkutat pada pembatasan ketat Covid-19 dinilai masih akan membebani pasar minyak. Selain itu, pasar juga akan terdampak langkah Arab Saudi yang menurunkan harga jual resmi (OSP) minyak 'Light' andalan mereka untuk periode Desember sebesar 40 sen menjadi USD5,45 per barel.
Berdasarkan pengamatan ANZ Research, terdapat tanda-tanda permintaan minyak yang lebih lemah di Eropa dan Amerika Serikat menyusul berkurangnya orang-orang yang mengemudi kendaraan.
Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga AS ke Level Tertinggi dalam 14 Tahun
Lebih jauh, kebijakan China yang tetap berkutat pada pembatasan ketat Covid-19 dinilai masih akan membebani pasar minyak. Selain itu, pasar juga akan terdampak langkah Arab Saudi yang menurunkan harga jual resmi (OSP) minyak 'Light' andalan mereka untuk periode Desember sebesar 40 sen menjadi USD5,45 per barel.
(nng)
Lihat Juga :