Digitalisasi Warung, Cara Si Kecit Melewati Dampak Pandemi
Selasa, 07 Juli 2020 - 23:00 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Data K ementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mengungkap, pandemi telah menimbulkan dampak terhadap 16.313 UMKM, termasuk di dalamnya adalah warung-warung tradisional. UMKM mengalami penurunan jumlah permintaan, pasarnya mengecil, sehingga usaha sulit untuk dijalankan.
Untuk mengatasi itu, pemanfaatan teknologi digital bisa menjadi solusi bagi keberlangsungan UMKM. Dengan memanfaatkan platform digital yang terus berkembang, pelaku UMKM termasuk warung tradisional tetap bisa menjalankan usahanya dan melayani pelanggan tanpa harus melakukan kontak fisik.
Lebih dari itu, dengan masuk ke dalam ekosistem digital, UMKM juga punya peluang untuk membesarkan pasarnya. Karena itu, penting bagi UMKM untuk go digital agar mampu beradaptasi menghadapi perubahan dan terus berkembang.
Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics M. Kuncoro Wibowo mengatakan, situasi pandemi telah mengajarkan kepada masyarakat luas tentang efektivitas pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung aktivitas primer secara efisien. ( Baca juga:Digitalisasi Jadi Kunci UMKM, Teten: GoFood Bisa Bikin Pelaku Kuliner Aman )
“Banyak pelaku usaha yang tetap mampu bertahan di tengah situasi sulit ini berkat dukungan teknologi. Inilah yang memacu kami untuk membangun sinergi ekosistem berbasis teknologi digital," ujar M. Kuncoro di Jakarta, Selasa (7/7/2020).
Kuncoro menambahkan, untuk membantu UMKM agar bisa go digital perlu menjalin kerja sama dengan para pihak terkait. Pasalnya, tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah saja untuk memajukan UMKM.
"Tapi juga harus melibatkan sinergi dan partisipasi semua pihak, termasuk penyedia teknologi digital terdepan, seperti dompet digital DANA,” ujarnya.
Untuk mengatasi itu, pemanfaatan teknologi digital bisa menjadi solusi bagi keberlangsungan UMKM. Dengan memanfaatkan platform digital yang terus berkembang, pelaku UMKM termasuk warung tradisional tetap bisa menjalankan usahanya dan melayani pelanggan tanpa harus melakukan kontak fisik.
Lebih dari itu, dengan masuk ke dalam ekosistem digital, UMKM juga punya peluang untuk membesarkan pasarnya. Karena itu, penting bagi UMKM untuk go digital agar mampu beradaptasi menghadapi perubahan dan terus berkembang.
Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics M. Kuncoro Wibowo mengatakan, situasi pandemi telah mengajarkan kepada masyarakat luas tentang efektivitas pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung aktivitas primer secara efisien. ( Baca juga:Digitalisasi Jadi Kunci UMKM, Teten: GoFood Bisa Bikin Pelaku Kuliner Aman )
“Banyak pelaku usaha yang tetap mampu bertahan di tengah situasi sulit ini berkat dukungan teknologi. Inilah yang memacu kami untuk membangun sinergi ekosistem berbasis teknologi digital," ujar M. Kuncoro di Jakarta, Selasa (7/7/2020).
Kuncoro menambahkan, untuk membantu UMKM agar bisa go digital perlu menjalin kerja sama dengan para pihak terkait. Pasalnya, tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah saja untuk memajukan UMKM.
"Tapi juga harus melibatkan sinergi dan partisipasi semua pihak, termasuk penyedia teknologi digital terdepan, seperti dompet digital DANA,” ujarnya.
Lihat Juga :