Wapres: 26,16 Juta Masyarakat Indonesia Masih di Bawah Garis Kemiskinan

Rabu, 09 November 2022 - 15:47 WIB
loading...
Wapres: 26,16 Juta Masyarakat Indonesia Masih di Bawah Garis Kemiskinan
Wapres Ma?ruf Amin mengungkapkan saat ini masih ada 26,16 juta masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. Berikut data sebarannya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden ( Wapres ) Ma’ruf Amin mengungkapkan, saat ini masih ada 26,16 juta masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan . Hal itu diungkapkan Wapres saat membuka seminar nasional Koalisi Masyarakat Sipil, Rabu (9/11/2022).

Angka kemiskinan di Indonesia per Maret 2022 tercatat sebesar 9,54 persen. Artinya, masih terdapat 26,16 juta masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan,” ungkap Wapres dalam sambutannya secara virtual.

Baca Juga: Angka Kemiskinan di Surabaya Naik 0,21 Persen Selama Pandemi Covid-19

Lebih lanjut, Wapres mengatakan penduduk miskin perdesaan terdata sebanyak 12,29% dan penduduk miskin perkotaan 7,5%, sementara kemiskinan di wilayah pesisir relatif lebih tinggi, yaitu mencapai 12,5%. Oleh karena itu, Wapres meminta agar pengentasan kemiskinan tetap menjadi agenda pemerintah.

“Dengan fokus pada percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem secara menyeluruh, tidak hanya di wilayah perdesaan, tetapi juga perkotaan hingga pesisir,” pintanya.

Baca Juga: Menekan Angka Kemiskinan: Antara Optimistis dan Waspada

Wapres pun mengatakan Indonesia berkomitmen untuk menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada akhir 2024. “Target ini 6 tahun lebih cepat dibandingkan komitmen global pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk menghapus kemiskinan ekstrem tahun 2030,” katanya.

Dalam upaya akselerasi penghapusan kemiskinan ekstrem, Wapres mengatakan pemerintah telah menetapkan tiga strategi utama, yaitu pertama pengurangan beban pengeluaran, kedua peningkatan pendapatan, dan ketiga penurunan jumlah wilayah kantong-kantong kemiskinan.

Bahkan, Wapres menegaskan pemerintah juga melaksanakan kebijakan afirmatif dari sisi anggaran, perbaikan data dan pensasaran, serta penguatan pelaksanaan melalui pendekatan konvergensi, agar target eliminasi kemiskinan ekstrem tahun 2024 bisa tercapai.

(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3193 seconds (11.97#12.26)