Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah di Rp15.694

Kamis, 10 November 2022 - 17:06 WIB
loading...
Menanti Data Inflasi...
Nilai tukar rupiah ditutup melemah. Ilustrasi foto/pexels/ahsanjaya
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan di pasar spot sore hari ini jelang pengumuman inflasi di AS.

Data perdagangan Bloomberg menunjukkan mata uang Garuda turun 0,23% di Rp15.694 per dolar AS. Adapun indeks dolar hingga pukul 15:46 WIB bergerak koreksi 0,09% di level 110,45 tetapi masih mencatatkan kenaikan sejak Rabu (9/11).

Pengamat mata uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, terdapat sejumlah sentimen di tingkat domestik hingga mancanegara yang berdampak terhadap penurunan rupiah.

Dari luar negeri, pasar masih menantikan data inflasi indeks harga konsumen (IHK) AS yang akan dirilis hari ini. Sejumlah survei sebelumnya memperkirakan ada penurunan inflasi menyusul kondisi makro negeri Paman Sam saat ini. Ekspektasi tersebut memunculkan peluang bahwa The Fed akan menurunkan laju kenaikan suku bunganya.

"Pasar memperkirakan peluang 65% bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih kecil yakni 50 basis poin pada bulan Desember, setelah ada dukungan dari sejumlah pejabat The Fed," kata Ibrahim dalam keterangan resminya, Kamis (10/11/2022).

Baca juga: Rupiah Bertaji Berkat Ekonomi yang Tumbuh Melebihi Ekspektasi

Kendati demikian, pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell pada beberapa pekan lalu menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk membuka peluang penurunan suku bunga. Dirinya menegaskan bahwa ada peluang kenaikan hingga tahun depan.

Dari dalam negeri, Ibrahim memproyeksikan ada penurunan pertumbuhan ekonomi RI secara moderat pada kuartal IV/2022 pada kisaran 5,1%. Adapun faktor pemicunya adalah peningkatan inflasi di dalam negeri.

Baca juga: Jessica Iskandar Naik Taksi Online dan Makan di Warteg Imbas Ditipu Miliaran Rupiah

Menurut Ibrahim, peningkatan inflasi serta suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) juga akan berdampak terhadap kenaikan cicilan rumah, kendaraan, dan aneka pinjaman lainnya, sehingga akan mengurangi disposible income rumah tangga. Hal ini dikhawatirkan juga akan membebani rupiah di masa depan.

Labih lanjut untuk perdagangan besok, rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah pada kisaran Rp15.670-15.740 per dolar AS.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
Rekomendasi
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Berita Terkini
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved