Tak Mempan Diblokir, Ini Cara Rusia Akali Sanksi Impor Barat

Jum'at, 11 November 2022 - 15:53 WIB
loading...
A A A
Kudrin menjelaskan bahwa sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diperkenalkan terhadap Rusia, tentu saja, mempengaruhi ekonomi negara tersebut. Pada awalnya, sankasi diprediksi akan menekan PDB sehingga turun lebih dari 7%. "Namun demikian, sekarang saya pikir penurunannya hanya sekitar 2,9-3,3%," tuturnya.

Dia percaya akan memakan waktu dua hingga tiga tahun bagi ekonomi negara untuk kembali ke tingkat sebelum sanksi, meskipun "masih sulit untuk membuat perkiraan untuk jangka panjang."

Mantan menteri keuangan itu mengatakan inflasi akan terus melambat dan bisa turun hingga 4% pada 2024. "Inflasi diperkirakan sekitar 12% pada 2022. Dalam hal ini, kita tentu melihat lompatan besar ke depan. Puncak inflasi ini terjadi pada bulan April, ketika secara tahunan naik hampir 18%. Namun, sekarang ada penurunan yang stabil," katanya.

Sementara itu, defisit anggaran menurutnya kemungkinan akan menjadi lebih tinggi dari perkiraan. Akan tetapi menurutnya Rusia memiliki margin keamanan dan sumber daya untuk menutupi biaya. Kudrin menambahkan bahwa fleksibilitas ekonomi Rusia cukup tinggi. Dia juga menunjukkan bahwa banyak bisnis telah berhasil melakukan reorientasi ke pasar penjualan atau pengadaan baru, sehingga melewati sanksi.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Rekomendasi
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved